4+ Kisah Sukses Susi Puji Astuti [Awal-Akhir] Lengkap

FaktaTokoh.Com- Susi Puji Astuti adalah salah satu Tokoh Idola di Indonesia yang serngkalipula di jadikan sebagai sosok yang inspiratif. Bagi banyak orang tokoh yang saat ini menjabat sebagai Mentri Kelautan ini memiliki segudang pengalaman yang layak dijadikan pedoman. Oleh karena itulah dalam tulisan ini akan membagikan Kisah sukses Susi Puji Astuti.

Kisah Sukses Susi Puji Astuti


Susi Puji Astuti merupakan Mentri yang lulusan SMP akan tetapi pada saat ini ia mendapatklan kehormatan pendidikan dari Unpad (Univesitas Penjajaran) Bandung. Dengan gelar Dr. Fakta Susi Puji Astuti inilah membuat orang berdenyak kagum lantaran penampilan dan sisi kehidupannya dibilang nyetrik, apalagi dengan perkataan "Tenggelamkan". Sebagai penjlasan lebih baik berikut inilah mengapa Susi Puji Astuti bisa dikatakan sukses.

Dijuluki Putri Laut

Putus sekolah SMA nampaknya tidak menjatuhkan rasa percaya diri Susi. Justru di sinilah perjalanan tersebut di mulai. Jiwa pengusahanya mulai muncul sejak ia “cabut” dari SMA yaitu pada usia 17 tahun.

Berjualan baju, cengkeh, hingga bed cover berkeliling kota Pangandaran menggunakan sepeda motor menjadi aktivitas sehari-hari Susi. Modal yang dikumpulkan selama berdagang sebesar Rp 750.000 digunakan untuk bisnis mengepul ikan hasil tangkapan nelayan Pangandaran.

PT ASI Pudjiastuti Marine Product didirikannya pada tahun 1983 yang memiliki produk unggulan lobster yang diberi merk Susi Brand. Bisnis tersebut berhasil hingga mampu menembus pasar Asia dan Amerika. Kemampuannya dalam bidang perikanan dan kelautan memang sudah tidak diragukan lagi. Hingga sang mantan suami yang pertama yaitu Daniel Kaiser memberikannya julukan Putri Laut.

Lulusan SMP pertama yang jadi menteri

Susi Pudjiastuti berhasil membuktikan bahwa gelar sarjana memang tidak mempengaruhi jenjang karir dan keberhasilan seseorang. Banyak orang yang menggenggam ijazah S1 hingga S3 namun belum tentu berguna bagi dirinya dan orang banyak.

Menteri Susi yang hanya lulusan SMP mampu memiliki perusahaan pengolahan ikan dan perusahaan penerbangan yang totalnya mencapai ratusan karyawan. Gak hanya itu, Susi berhasil menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan walaupun hanya seorang lulusan SMP. Banyak pakar pendidikan dan politik yang meragukan kemampuan Susi. Namun hal itu dibuktikan dengan kinerjanya yang luar biasa selama ini.

Masuk Daftar Pencarian Orang alias DPO

Paska bencana Tsunami Aceh pada tahun 2004 silam, Susi yang paham banget mengenai nasib para nelayan melakukan suatu kegiatan sosial. Ia membeli 5.000 liter solar yang berasal dari Medan. 5.000 liter solar tesebut dibawanya menggunakan 250 jerigen yang akan dibagikan secara gratis ke nelayan di Pulau Simeuleu supaya bisa melaut lagi.

Sayangnya, atas kejadian tersebut Susi malah dianggap menjadi buronan karena menyelundupkan 5.000 liter solar tersebut. Muncul juga nama Susi di beberapa koran yang membahas bahwa Susi adalah seorang DPO. Kasus tersebut akhirnya selesai setelah Susi menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya.

Dikira sebagai mata-mata asing

Bisnis penerbangannya yang bernama Susi Air ini memang lebih banyak mempekerjakan pilot asing. Terlebih lagi Susi pernah menikah dengan seorang pilot yang berkebangsaan Jerman. Dua hal ini menyebabkan Susi sempat dicurigai sebagai mata-mata asing. Padahal Susi tidak mampu membayar gaji pilot lokal yang mahal, akhirnya ia menggunakan jasa pilot asing.

Baca Juga;
  1. 800 Kata Lebih Dekat dengan Bu Menteri Kelautan Dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti
  2. Susi Pudjiastuti Mentri Nyentrik dan Inspiratif
  3. Tokoh Inspiratif di Indonesia dan Dunia [Nama/Biografi]
Demikinalah kisah sukses Susi Puji Astuti dari awal hingga akhir yang paling mengagumkan. Semoga tulisan ini bisa memberikan wawasan dan inspirasi kepada segenap pembaca sekalian, adapun penulis dalam artikel ini ialah Alycia Putri Febriani salah satu siswi di MAN 2 Kota Madiun. Trimakasih, 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "4+ Kisah Sukses Susi Puji Astuti [Awal-Akhir] Lengkap"

Posting Komentar