Biografi Rasuna Said Secara Singkat

Rasuna Said bisa dikatakan sebagai pelopor perempuan dalam dunia politik di Indonesia. Sosok ini menjadi inspirasi bagi sebagaian kaum wanita. Oleh karena itulah pada artikel ini secara singkat akan menuliskan tentang biografi Rasuna Said.

Biografi Rasuna Said


Nama Rasuna Said mungkin hanya diketahui sebagai nama jalan di salah satu sudut Kota Jakarta. Banyak yang belum mengetahui sosok Rasuna Said. Dalam sejarah biografi lengkap Hajjah Rangkayo Rasuna Said dan merupakan anak dari bangsawan keturunan Minang.

Dari kecil sudah dididik dengan ajaran agama Islam yang taat. Semenjak lulus dari SD, ia melanjutkan ke pesantren Ar-Rasyidiyah. Selesai belajar dari pesatren, ia melanjutkan sekolah lagi di Diniyah Putri. Setelah itu, beliau mengabdi menjadi guru. Namun menurut Rasuna Said kemajuan perempuan bukan hanya dari pendidikan, tapi dari dunia politik juga.

Nama Rasuna Said mencuat semenjak menjadi sekretaris cabang di Sarekat Islam (SI). Meninggalkan dunia pendidikan sebagai guru, karena kecewa ditolaknya usulan memasukkan pendidikan politik dalam pelajaran di Diniyah.

Rasuna muda lebih memilih untuk masuk ke dunia politik. Karir di dunia politik Rasuna Said sangat menanjak. Setelah menjadi sekretaris, ia bergabung dengan Soematra Tawalib. Organisasi Islam modern pertama pada saat itu, yang mulai banyak bergelut di bidang politik. Meski sudah meninggalkan dunia pendidikan, Rasuna mendirikan sekolah Tawalib dan menjadi pimpinan di Kursus Putri.

Pendiri Sekolah dan Organisasi "Rasuna Said"

Selain mendirikan sekolah, ia juga mendirikan organisasi yang diberi nama PERMI (Persatuan Muslimin Indonesia) pada tahun 1930. Organisasi ini didirikan dengan tujuan untuk mengembangkan para perempuan agar semangat dan tidak dipandang remeh oleh kaum pria.

Perempuan juga dapat melawan penjajah Belanda yang saat itu berkuasa penuh di Indonesia. Perjuangan Rasuna dalam membela Indonesia mengharuskan ia mendekam di penjara dengan tuduhan Speak Delign.

Alasan beliau di penjara adalah pidato yang dilakukannya berisi tentang anti kolonialisme. Sebab, Belanda menentang keras pidato atau aksi yang menentang mereka secara keras. Rasuna menjadi wanita pertama yang ditangkap dan dipenjara di Semarang.

Setelah keluar dari penjara, Rasuna memilih untuk menggeluti dunia jurnalis. Dengan kehebatan dalam berorasi, ia memilih untuk mengungkapkan anti kolonialisme dengan tulisan. Oleh karena itu, Rasuna menjadi pemimpin redaksi majalah Raya.

Majalah ini menjadi tonggak perlawanan rakyat Sumatra Barat. Karena menyudutkan Belanda, majalah ini harus ditutup. Meski majalah Raya harus berhenti, Rasuna tetap bertahan dengan membuat majalah lain bernama Menara Putri.

Isi dari tulisannya berisi tentang perempuan yang harus ikut aktif dalam melawan pergerakan Belanda. Namun, Menara Putri berhenti produksi karena bangkrut. Walaupun begitu, Rasuna tetap menyuarakan anti kolonialisme. Baca, juga; Rohana Kudus: Perjuangan Perempuan Melalui Tulisan

Semenjak kemerdekaan Indonesia, Rasuna aktif dalam dunia politik. Menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat, anggota Dewan Pertimbangan Agung, dan menjadi Dewan Perwakilan Sumatra mewakili Sumatra Barat. Sampai akhir hayatnya, beliau masih menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung.

Dari Rasuna Said kita semua bisa belajar, bahwa perempuan bisa berjuang dalam berbagai bidang, tanpa melupakan kodratnya. Saatnya sekarang kita melanjutkan dengan kegiatan positif, karena kita adalah masa depan Indonesia.

Baca Juga;
  1. Fakta Tokoh Pahlawan Nasional Wanita Dari Aceh
  2. Daftar Tokoh Pendidikan di Indonesia
  3. Tokoh Pergerakan Nasional di Indonesia [Nama & Biografi]
Demikianlah tulisan dan penjelasan mengenai biografi singkat Rasuna Said. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa menjadi wawasan dan pengetahuan yang mendalam bagi segenap pembaca sekalian, adapun penulis artikel ini adalah Alvia Azlina. Trimakasih, 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Biografi Rasuna Said Secara Singkat"

Posting Komentar