Rohana Kudus: Perjuangan Perempuan Melalui Tulisan

FaktaTokoh.Com- Era kolonial merupakan sebuah waktu dimana bangsa Indonesia belum bisa merasakan kebebasan yang sepenuhnya. Pembatasan hak terjadi di seluruh tanah Indonesia, dengan sistem kolonial banyak hak-hak penduduk Indonesia tidak terpenuhi.

Dalam artian, kehidupan sosial masyarakat Indonesia jauh dari kata sejahtera seperti layaknya saat ini. Maraknya terjadi kerja paksa dan penarikan pajak pada waktu tersebut telah membuat kesengsaraan terjadi dimana-mana.

Seperti kerja paksa tersebut, telah banyak menelan korban dari penduduk yang terkena sistem itu. Ditambah lagi dengan penarikan pajak yang tinggi, terutama adanya penetapan pajak yang bisa dikatakan khusus seperti rempah-rempah yang ditentukan, sehingga berakibat kepada kurangnya tanaman untuk kebutuhan pokok seperti pada dan dampaknya yang terjadi pada masyarakat adalah timbulnya kelaparan hebat yang berujung kepada korban jiwa.

Eksploitasi berlebihan inilah yang membuat kesengsaraan pada masyarakat. Selain permasalahan pada kondisi sosial yang terjadi, pembatasan untuk berpendapat dan politik juga terjadi. Seperti, diterapkannya peraturan dalam setiap penerbitan berita pada surat kabar dan upaya penahanan terhadap tokoh-tokoh yang berusaha membela kepentingan rakyat.

Atas dasar tersebut dan dipenuhi dengan semangat kemerdekaan, banyak para pejuang Indonesia yang berusaha melawan penjajahan ini. Usaha yang dilakukan beragam, mulai dari perperangan sampai dengan model diplomasi. Tokoh yang terlibat pun dari berbagai macam latar. Dan tak kalah menariknya, fakta bahwa banyak perempuan di nusantara memperjuangkan segala hak masyarakat semasa kolonial dengan pokok gagasannya yang hebat. Salah satu perempuan yang turut dalam aktif menyumbangkan pemikirannya tersebut ialah Roehana Koeddoes atau dikenal dengan nama Rohana Kudus.

Biografi Rohana Kudus


Rohana Kudus merupakan seorang perempuan yang lahir didaerah Kabupatan Agam, Sumatera Barat. Rohana terlahir dari orang tua yang berprofesi sebagai jurnalis, dan ia juga merupakan kerabat dari tokoh perjuangan Indonesia seperti Soetan Sjahrir dan Agus Salim, serta juga sastrawan Indonesia Chairil Anwar.

Pergerakan dan perjuangannya terhadap perempuan dapat dilihat pada setiap usahanya, mulai dari pembentukan sekolah kerajinan khusus perempuan sampai berdirinya surat kabar. Sekolah kerajinan bisa dikatakan sebagai langkah awal Rohana untuk mendidik para perempuan agar bisa mandiri dan terampil.

Dengan mendirikan sekolah tersebut, banyak hasil karya kerajinan tangan yang diminati oleh petinggi kolonial pada saat itu. Terlepas dari kegigihannya untuk memperbaiki nasib perempuan, banyak juga rintangan yang dihadapi oleh Rohana semasa perjuangnya.

Berbenturan adat dan nilai sosial dimasyarakatnya sendiri, tidak membuat pergerakannya terhenti. Pada tahun 1912, Rohana ikut memberikan sumbangsihnya terhadap dunia jurnalis. Dengan mendirikan surat kabar pertama yang dijalankan oleh perempuan yaitu Soenting Melajoe.

Tidak hanya pada surat kabar tersebut, karya-karya jurnalistik Rohana pun turut dimuat pada surat kabar lainnya seperti Saudara Hindia, Cahaya Sumatera, dan lain-lain. Atas perjuangannya dalam jurnalistik tersebutlah ia diberi tanda penghormatan sebagai pelopor jurnalis perempuan pertama di Indonesia pada tahun 1974. Karya yang dimuat pun banyak memakai unsur atau tema perempuan.

Rohana Kudus Layak Menjadi Pahlawan Nasional


Namun seiring dengan telah merdekanya Indonesia, yang hampir memasuki usia 73 tahun pada 17 Agustus 2018 nanti, nama Rohana belum menjadi pahlawan nasional. Memang ada upaya yang dilakukan untuk mendapatkan gelar tersebut, namun belum bisa membuahkan hasil yang diinginkan. 

Mengingat perjuangannya tersebut, sudah sepantasnya beliau dijadikan tokoh pahlawan oleh Indonesia. Terlepas dari semangatnya untuk perempuan, seharusnya kita terutama untuk perempuan Indonesia saat ini perlu meneladani segala upaya perjuangan Rohana.

Sekecil apapun usahanya baik melalui tulisan ataupun karya lainnya dapat kita terapkan pada kehidupan sehari-hari. Terkhususnya untuk sebuah tulisan, dengan kemudahan teknologi saat ini, menulis bukan lagi hal susah dan bisa dilakukan dengan mudah tak terbatas oleh waktu dan tempat. 
Dan yang terpenting apa yang ditulis dapat memberikan manfaat kepada khalayak ramai.

Demikianlah tulisan mengenai Rohana Kudus yang melakukan perjuangan melalui tulisan. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa menambah wawasan dan juga pengetahuan pembaca mengenai tokoh-tokoh inspiratif. Penulis dalam artikel ini adalah Fadlal I.A. Trimakasih, 

Subscribe to receive free email updates:

3 Responses to "Rohana Kudus: Perjuangan Perempuan Melalui Tulisan"

  1. bermanfaat utk perempuan kita

    BalasHapus
  2. Artikel yang menarik. Sangat inspiratif..
    Menambah wawasan tentang tokoh Rohana Kudus.

    BalasHapus