[Gambaran] Peristiwa G30S/PKI

Faktatokoh.com-Kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, tidak juga menjadi jaminan kebahagiaan bagi bangsa Indonesia. Menggapai sebuah kemerdekaan sangatlah sulit, pahlawan-pahlawan Indonesia telah berjuang dan berperang melawan penjajah selama ratusan tahun. Sakit dan sedih selalu mereka rasakan setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik yang tidak akan pernah dapat terbayangkan.

Tidak pernah ada yang dapat membalas jasa para pahlawan bahkan dengan berjuta-juta lembar uang. Namun, faktanya setelah bangsa Indonesia merdeka masih banyak permusuhan, pertempuran, bahkan peperangan yang terjadi sehingga membuat rakyat Indonesia menderita, menderita untuk kesekian kalinya. Lalu, Apa sebenarnya arti kemerdekaan bagi bangsa indonesia?.

Gerakan 30 September/PKI


Pertempuran yang terjadi bukan hanya karena negara lain yang ingin merebut kemerdekaan Indonesia. Tapi adanya suatu hal yang menyakitkan, yang dapat membuat Indonesia terpecah dan berperang antara rakyat Indonesia sendiri. Sebuah pengkhianatan yang sangat kejam telah terjadi tanpa adanya belas kasihan dan hati nurani. Peristiwa yang tidak akan pernah terlupakan dalam sejarah yaitu Gerakan 30 September/PKI atau yang biasa disingkat G30SPKI. Selengkapnya, baca; Tokoh Pemberontakan PKI Madiun [Nama dan Sejarahnya]

Dalam peristiwa G30SPKI tujuh perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang yang tidak bersalah lainnya dibunuh oleh PKI. Karena PKI (Partai Komunis Indonesia) ingin mengambil alih kekuasaan bangsa Indonesia dengan cara yang ilegal. PKI menggunakan ideologi komunis yang bertujuan untuk tercapainya masyarakat yang makmur, masyarakat komunis tanpa kelas dan semua rata. Dan sifatnya yang atheis (tidak mengimani tuhan).

Sehingga ideologi tersebut sangatlah tidak sesuai dengan ideologi bangsa Indonesia, yaitu Pancasila. Banyak pahlawan yang terbunuh dalam peristiwa ini. Keluarga, pengawal, dan orang terdekat para pahlawan yang menjadi sasaran pembunuhan pun ikut terbunuh dengan meninggalkan pertanyaan yang tidak akan terjawab, ”Apa salahku ?”. Rakyat yang tidak tahu apa-apa harus terlibat dalam kejahatan ini. Hatinya merasa ketakutan, telinganya sakit mendengar suara tembakan, serta matanya selalu melihat aksi kekerasan, dan bahkan tubuhnya menjadi korban kekerasan.

Sehingga pada suatu malam, Malam yang menjadi malam terpanjang bagi mereka yang merasa terancam. Sungguh kejam, tragis, seperti tidak punya hati dan pikiran yang bersih. TNI Angkatan Darat menjadi sasaran utama penculikan dan pembunuhan yang dilakukan. Salah satunya adalah TNI Abdul Harris Nasution.

Malam itu rumah A.H. Nasution telah mendapat serangan dari pasukan Tjakrabirawa. Pasukan Tjakrabirawa adalah pasukan gabungan dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Kepolisian Republik Indonesia, untuk mejaga keamanan Presiden RI di era kepemimpinan Ir.Soekarno.

Tidak semua pasukan Tjakrabirawa terlibat dalam peristiwa keji itu, hanya beberapa orang saja. Sehingga hal tersebut dapat mencoreng nama baik pasukan Tjakrabirawa. Ajudan A.H. Nasution yaitu, Lettu CZI Pierre Andreas Tendean diculik dan akhirnya terbunuh. Serangan di rumah A.H. Nasution terjadi ketika semua orang dalam rumah itu tertidur, setelah mendengar suara kegaduhan akhirnya mereka harus terbangun dari istirahatnya.

Pasukan datang dengan jumlah yang banyak dan tujuan mereka datang adalah ingin menculik Jenderal A.H Nasution. Tidak ada satu pun yang berani melawan karena pasti tidak akan ada gunanya. Mereka hanya bisa bersembunyi dan mencari cara agar dapat keluar dari rumah yang menjadi saksi sebuah kekejaman.

Pasukan Cakrabirawa tersebut membawa senjata yang mematikan, sehingga mereka dengan mudahnya menembakkan peluru kemana-mana tanpa pikir panjang. Sampai akhirnya peluru yang ganas tersebut melukai putri kecil yang tidak berdosa. Putri bungsu A.H Nasution, Ade Irma Suryani yang berusia 5 tahun harus menjadi korban keegoisan.

Setelah Ade Irma tertembak ia langsung digendong oleh ibunnya dan sempat dibawa menuju rumah sakit. Di rumah sakit Ade sering melakukan operasi yang seharusnya tidak terjadi pada anak seusiannya. Kakak dan ibunya selalu menangis, namun Ade berkata,”Kakak jangan menangis, Ade sehat”.

Beberapa hari setelah ia dirawat di rumah sakit akhirnya ia harus dipanggil oleh tuhan. Ade Irma Suryani perisai kecil yang menyedihkan harus pergi terlebih dahulu meninggalkan keluarganya pada tanggal 6 Oktober 1965 diusianya yang ke-5 tahun. Anak sekecil Ade yang tidak tahu apa-apa harus mengalami kehidupan yang singkat.

Dalam hati ia bertanya-tanya Mengapa semua ini terjadi? Mengapa ayah akan dibunuh? dan Apa salah Ade?. Kematian Ade Irma Suryani membuat A.H Nasution sangat sedih dan kesedihannya lebih berat dan lebih menyakitkan dari kesedihan apapun. Karena Ade Irma Suryani meninggal setelah menjadi tameng pelindung bagi ayahnya yang akhirnya membuat Ade tertembak. Menjadi perisai kecil bagi seorang ayah adalah hal yang mulia.

Dan akhirnya pada nisan Ade Irma Suryani tertulis sebuah ungkapan dari sang ayah. “Anak saja jang tertjinta. Engkau telah mendahului gugur sebagai perisai ajahmu,” bunyi pesan Jenderal A.H Nasution. Perbuatan yang seharusnya tidak bisa dimaafkan, telah menghilangkan beberapa nyawa. Termasuk seorang anak kecil, Ade Irma Suryani harus direlakan meninggal dengan cara tidak terhomat.

Pasukan yang penuh kebencian tersebut mungkin tidak akan merasa bersalah atau sedih. Mereka hanya memikirkan diri mereka sendiri. Sampai mereka tidak sadar bahwa telah membunuh generasi penerus bangsa.

Mungkin ini adalah takdir yang terbaik untuk Ade Irma. Dan Ade Irma Suryani akan selalu menjadi pahlawan perisai kecil bangsa ini. Tidak sembarang orang mendapat gelar pahlawan. Seorang pahlawan tidak ditentukan umur dan keturunannya. Namun, pahlawan itu adalah orang yang sangat berjasa bagi bangsa dan negara Indonesia.

Perjuangannya bagi Indonesia tidak akan dilupakan. Anak berusia 5 tahun bisa menjadi pahlawan yang sangat menginspirasi karena ia berkorban untuk sang ayah dan bangsa Indonesia. Mungkin ia tidak tahu apa-apa, namun sampai saat ini namanya banyak dikenal oleh rakyat Indonesia.

Bahkan dijadikan nama jalan atau nama bangunan lainnya agar rakyat Indonesia tidak melupakan pengorbanan Ade Irma Suryani. Diusianya yang masih kecil ia sudah menjadi pahlawan. Sebenarnya, setiap pahlawan pasti selalu mengalami kisah yang tragis dalam hidupnya, namun jika tidak ada seorang pahlawan yang rela berkorban, Apa jadinya bangsa ini?.

Kita sebagai rakyat Indonesia harus selalu mengingat perjuangan para pahlawan. Entah usianya masih kecil atau sudah tua tapi jasanya tidak akan pernah mati dan akan selalu terkenang. Entah ia dari bangsawan atau rakyat biasa tapi ia akan tetap pahlawan bagi Indonesia. Saat ini mungkin tidak ada pahlawan seperti mereka yang telah gugur demi memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Oleh karena itu, sudah seharusnya kita sebagai bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan. Menjadi pahlawan tidak harus berperang namun dengan perkembangan zaman, kita harus bisa menjadi pahlawan dengan kemampuan kita sendiri untuk bangsa Indonesia. Namun, apapun yang kita lakukan pada Indonesia tidak akan mengubah rasa cinta kepada pahlawan yang telah gugur. Kita harus selalu mengingat jasa para pahlawan.

Baca Juga;
  1. Tokoh Pendiri ASEAN [Nama & Biografi]
  2. Tokoh BPUPKI [Nama & Peran]
  3. Tokoh Pembaharuan Islam [Nama & Biografi]
Jasa mereka akan terkenang dan tidak akan pernah terlupakan. Dan nama mereka tidak akan dapat tergantikan. Termasuk sang perisai kecil ayah dan bangsa, Ade Irma Suryani.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "[Gambaran] Peristiwa G30S/PKI"

Posting Komentar