Sejarah Nabi Muhammad SAW [Awal/Lahir, Wafat]


Seperti yang sudah diketahui banyak orang di dunia ini, bahwa manusia terbaik yang pernah Allah ciptakan adalah Nabi Muhammad, iya Nabi seluruh umat seantero penjuru dunia ini. Disini kami akan coba ungkap sekelumit sepak terjang beliau. Sebab akan butuh banyak waktu jika kita ungkap secara kesuluruhan sepak terjang beliau dari awal beliau dilahirkan sampai wafatnya.

Nabi Muhammad SAW


Biografi Nabi Muhammad adalah secara keseluruhan ialah rosul Allah bagi seluruh umat di seluruh dunia ini. Nabi yang diutus untuk seluruh ras ataupun golongan umat manusia. Dari sinilah maka dapat kita sebut bahwa ajaran atau petuah yang beliau sebar dan ajarkan bersifat universal.

Mencakup berbagai problematika umat dari mulai ekonomi, politik, atau ibadah-ibadah duniawi yang remeh sekalipun beliau jelaskan secara gamblang dan mudah untuk diterima oleh banyak ummat manusia. Dari peran besarnya inilah, maka dapat disimpulkan bahwa urusan semua umat manusia beliau jelaskan dengan baik.

Namun naasmya, banyak sekali masyarakat yang masih belum mengenal beliau dengan baik. Maka dari tulisan singkat ini diharapkan banyak masyarakat mampu mengenal pribadi dan sepak terjang beliau dengan baik serta tak kan ada penghalang lagi bagi mereka-khalayak ramai untuk mengetahui dampak besar kebenaran yang sudah lama beliau bawa, yang lama tertimbun urusan duniawi belaka.

Siapakah Nabi Muhammad?

Sebagaimana banyak disebutkan dalam kitab-kitab klasik dan disini yang salah satunya kami rujuk adalah kitab hadith karangan Imam Al-Bukhari. Dalam kitabnya, nasab atau silsilah Nabi Muhammad, beliau rinci dengan baik dan jelas.

Nabi Muhammad, sebagaimana Nabi yang kita kenal bersama beliau bernama asli: Muhammad SAW bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qusyai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luai bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan bin Udud bin Al-Maqum bin Nahur bin Tarh bin Ya’rab bin Nabit bin Ismail bin Ibrahim.

Sebetulnya ada banyak versi terkait nasab beliau. Karena ada sedikit perbedaan pendapat dalam penyebutan nama kakek kanjeng Nabi yakni antara Adnan dan Ismail ada selisih jumlah kakek sekitar 40 kakek. Namun kami rasa disini terkait nasabnya sudah cukup gamblang disebutkan.

Lahirnya Nabi Muhammad


Nabi Muhammad SAW lahir pada tahun Gajah di Makkah. Tepatnya pada hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awal. Atau kelahiran beliau menurut sebagian pendapat bertepatan pada tanggal 20 April 571 masehi. Beliau lahir dalam keadaan yatim, ayahanda beliau wafat ketika Nabi Muhammad kecil masih dalam kandungan ibunya yakni Siti Aminah. Sebab beliau lahir dalam keadaan yatim, akhirnya beliau dijuluki juga dengan Aba Al-Yatim (Bapaknya Orang-orang yatim).

Pada tahun kelahiran Nabi, dikenal sebagai tahun gajah karena berkaitan dengan peristiwa pasukan gajah yang hendak menyerang Ka’bah, di Makkah. Pasukan ini dipimpin oleh Abrahah, Gubernur Yaman. Namun belum sampai tujuannya ke kota Makkah.

Pasukan ini atas seizin Allah SWT diserang oleh segerombolan pasukan burung yang membawa batu-batu dari neraka. Alhasil, pasukan ini luluh lantak bagai debu berterbangan di angkasa. Sebagaimana kisah singkat pasukan Gajah, Allah patenkan kisah ini dalam Surat Al-Fiil dalam Al-Quran, kitab Suci Umat Islam. 

Proses Tumbuh dan Berkembang Nabi Muhammad

Dalam masa pertumbuhan beliau banyak sekali, kisah suka dan duka. Dimulai dari masa menyusui. Beliau pertamakali disusui oleh Ibunda-Nya yaitu Siti Aminah dan Tsuwaibatul Aslamiyah. Proses menyusui beliau kepada Ibunya ini hanya berjalan dalam beberapa hari saja. Dan selanjutnya beliau disusui oleh Halimah As-Sa’diyah di perkampungan kecil, Bani Sa’ad.

Hingga menginjak usia empat tahun beliau tinggal dengan ibu susuan-Nya, Halimah As-Sa’diyah. Sebetulnya jika tidak terjadi kisah yang di luar nalar terjadi kepada Baginda Nabi Muhammad kecil mungkin hingga dewasa beliau akan diasuh ibu susuan-Nya tersebut.

Kisah tersebut yakni suatu ketika Nabi Muhammad SAW yang masih dalam usia belia sedang menggembalakan kambingnya di padang rumput yang subur. Di tengah-tengah beliau sedang menggembalakan kambing, tiba-tiba datang para Malaikat.

Malaikat-Malaikat tersebut kemudian menangkap Nabi dan membawa Nabi ke bawah pohon rindang. Disaanalah, atas perintah Allah, para melaikat membedah hati Nabi kemudian dibersihkan dari benih-benih sifat tercela. Agar Nabi terhindar dari berbagai kelakuan nista dan tidak terpuji. Inilah sebab atau asal muasal Nabi dikenal sebagai Ma’sum (Terjaga dari dosa).

Dari kejauhan, tidak sengaja ada segerombolan teman Nabi yang menyakasikan hal tersebut dan melaporkan kejadian tersebut kepada Halimah. Dari sinilah, Halimah mengira Nabi dilukai oleh orang-orang jahat. Akhirnya, Halimah berkesimpulan untuk memulangkan Nabi kembali kepada ibundanya; Aminah, takut jika kelak ada banyak orang yang hendak melakukan kejahatan kepada Nabi.

Kisah Nabi Muhammad SAW Ketika Kecil

Sejak belia, Nabi Muhammad sama sekali tidak pernah menyembah berhala sama sekali. Dan beliau sangat jauh dengan tindak-tanduk para kaum jahiliyah. Namun, beliau tetap dikenal sebagai orang yang jujur dan santun. Karenanya beliau dikenal dengan gelar Al-Amien (Orang yang Terpercaya).

Beliau selalu santun ketika bertemu dengan yang lebih tua baik itu bertemu dimana saja. Dan  menyanyangi yang lebih muda, tidak pernah sedikitpun melakukan perpeloncoan kepada yang lebih muda.

Pernikahan Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad menikah di usia yang terbilang muda yakni usia 25 tahun. Beliau menikah dengan seorang janda kaya raya, yakni Khadijah binti Khuwailid. Khadijah saat dinikahi Nabi berusia 40 tahun.

Pernikahan ini bukan karena didasri nasu duniawi semata namun ada rahasia yang telah Allah persiapkan untuk Nabi agar Nabi benar-benar di dampingi kelak ketika berdakwah. Pernikahan ini diawali oleh lamaran Khadijah kepada Nabi, karena Khadijah kagum kepada kelebihan-kelebihan dan kegigihan Nabi dalam kerja serta Akhlak-Nya.

Darisinilah awal mula, Nabi mulai membina rumah tangga bersama dengan Khadijah. Khadijah adalah isteri pertama beliau yang sangat beliau sayangi sekali. Khadijah bahkan tak enggan sama sekali mengeluarkan semua harta bendanya untuk membantu syiar dan guna mempermudah jalan beliau dalam berdakwah. 

Para Isteri-isteri Nabi Muhammad SAW

Selain telah tersebut diatas, Khadijah. Isteri-isteri beliau yang lain adalah: Saudah binti Zam’ah, Aisyah binti Abu Bakar, Hafshah binti Umar, Zainab binti Khuzaimah, Ummu Salamah/Hindun binti Umayyah, Zainab binti Zahsy, Juwairiyah binti Al-Harits, Ummu Habibah/Ramlah, Shafiyah binti Huya, Maimunah binti Al-Harits dan Maria Al-Qibtiyah.

Nabi menikahi kesemua isterinya, yang mana kesemuanya dalam keadaan menjanda kecuali Aisyah Ra. Menjanda karena ditinggal mati suaminya. Nabi menikahi kesemua istrinya ini ketika sepeninggal wafat isteri pertamanya yakni Khadijah Ra.

Jika dilihat dari perjalanan beliau berdakwah dan mensyiarkan Islam, kesemuanya memiliki peran dan hubungan yang kuat dalam suksesnya dakwah beliau. Dan kemudian sepeninggal Nabi, kesemua isteriNya dikenal sebagai Ummu Al-Mukminin (Ibu dari Para Orang-orang Mukmin). Tak boleh dipinang oleh orang lain dan tak boleh sampai dilecehkan. Allah menjaga kesemuanya.

Anak-anak Nabi Muhammad SAW

Putra dan putri Nabi Muhammad berjumlah tujuh orang sebagaimana disebutkan dalam Nadzam Aqidah Al-‘Awam. Kesemuanya yakni: Qasim, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Abdullah, Ibrahim, dan Fathimah. Mereka semua lahir dari rahim Khadijah. Kecuali Ibrahim lahir dari rahim Maria Al-Qibtiyah. Namun sedihnya, anak-anak beliau yang laki-laki semuanya meninggal dalam usia yang relatif masih muda, belum dewasa.

Kisah Nabi ketika Diangkat Menjadi Rasul Allah

Nabi Muhammad diangkat secara resmi oleh Allah, sebagai utusan-Nya ketika beliau berusia 40 tahun. Diawali oleh kisah beliau menerima wahyu pertama kali. Beliau menerima wahyu pertama kali di Gua Hira.

Wahyu pertama beliau ini yakni Surat Al-Alaq ayat 1-5. Wahyu ini dibawa langsung oleh Malaikat Allah, Jibril. Dan isi wahyu tersebut meminta Nabi untuk membaca sedangkan Nabi dikenal dengan Ummi atau tidak bisa membaca dan menulis saat itu. Dan saat itu Nabi dalam keadaan yang tidak bisa digambarkan dengan bahagia atau bangga karena pertama kali Nabi bertemu malaikat Jibril, Nabi merasakan seluruh tubuh menggigil tidak karuan. 

Setelah Nabi menyelesaikan wahyu dari Allah, Nabi pulang kerumah ke rumah-Nya dalam kondisi ketakutan, khwatir, dan menggigil menyaksikan wujud malaikat Jibril secara langsung.dan merasakan dieja membaca oleh Malaikat secara langsung.

Sesampainya Nabi di rumah. Beliau disambut oleh Khadijah. Beliau mengutarakan perasaan dan kekhawatiran terhadap diri-Nya setelah menerima wahyu Allah pertama kali. Secara langsung wahyu tersebut diantarkan oleh malaikat Jibril.

Karena Khadijah pun khawatir akan kondisi Nabi, maka kemudian beliau mengantarkan Nabi kepada sepupunya, atau anak pamannya yakni Waraqah bin Naufal, dari sepupunya Khadijah inilah Nabi sedikit banyak mengetahui bahwa meskipun Waraqah beragama Nasrani, beliau sangat mempercayai kerasulan Nabi Muhammad.

Tanpa ragu sedikitpun. Mendengarkan serta memahami dengan seksama penuturan Nabi. Waraqah bahkan sempat menduga kelak akan banyak dimusuhi bahkan hingga diusir dari tanah kelahiranNya. Waraqah berucap, “Andai masa itu kelak aku masih hidup dan kuat maka aku akan membela dan membantumu”.

Sontak Nabi tidak percaya. Sebetulnya siapa yang akan mengusir beliau. Ia, Waraqah kemudian menjawab bahwa kelak kaum-Nya sendirilah yang akan benar-benar mengusir beliau dari tanah kelahiran-Nya. Sebagaimana kisah Waraqah ini dijelaskan dalam kitab-kitab Hadith riwayat Imam  Bukhori dan Imam Muslim.

Hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah

Tepat tahun ke-13 kenabian Nabi, atau bertepatan dengan tahun 622 Masehi, Nabi Muhammad hijrah ke kota Madinah. Sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Ishak, Nabi Muhammad SAW saat itu keluar dari rumah-Nya karena memang pada saat itu rumah beliau sedang dikepung oleh pasukan bersenjata kaum musyrikin Makkah yang hendak membunuh Nabi.

Lalu atas seizin Allah SWT, semua pasukan bersenjata tersebut ditidurkan. Seraya membaca surat Yasin ayat 1-9 beliau meletakkan pasir di atas kepala mereka semua. Kemudian beliau berangkatlah untuk melaksanakan perintah Allah SWT untuk hijrah ke kota Madinah. Selanjutnya beliau menuju kerumah Abu Bakar Ra. Untuk mengajaknya hijrah bersama  ke Madinah. Nabi bersama Abu Bakar dan kaum-Nya yang lain sampai di Kota Madinah pada hari senin 12 Rabiul Awal tahun 1 Hijriah.

Nabi Muhammad SAW Berperang 

Hal paling mendasari beliau berperang atau memerangi para kaum musyrikin banyak dijelaskan di dalam Al-Quran. Yakni dalam surat Al-Hajj ayat 39 dijelaskan bahwa perintah Allah kepada Nabi Muhammad SAW untuk memerangi mereka sebab Nabi adalah termasuk orang yang diperangi. Jadi, guna melakukan pembelaan hak, beliau oleh Allah diminta untuk memerangi setiap orang yang memerangi Beliau. 

Dan bagaimana aturan-aturan terkait perang ini, dalam surat Al-Baqarah (2):190, batasan terkait perang tersebut adalah jangan sampai melampaui batas. Sebab Allah tidak menyukai orang-orang yang melampui batas.

Senada dengan ayat ini, Imam Ibnu Katsir di dalam tafsirnya, beliau menjelaskan bahwa dalam dakwah Nabi dengan perang ini ada aturan-aturan yang mengikatnya yakni: dilarang keras membunuh anak-anak, orang tua, orang yang sudah menyerah, pendeta dan petugas rumah ibadah yang tidak melakukan penyerangan kepada Nabi, hewan tanpa tujuan mashlahat, dan dilarang juga untukmembunuh dengan sadis dan terlalu berlebihan.

Dari sini jelaslah bahwa perang Nabi Muhammad adalah berguna untuk membela diri atas hak, bukan sebagai wasilah Nabi dalam berdakwah terlebih balas dendam. Jumlah perang yang diikuti oleh Beliau adalah 27 kali peperangan.

Akhlak Nabi Muhammad SAW

Sebagaimana diketahui oleh para pendahulu kita dalam beragama islam, Nabi adalah pribadi yang sangat baik dan sangat berbudi pekerti luhur. Allah pula bahkan memuji Nabi di dalam Surat Al-Baqarah: 4, Nabi memang benar-benar manusia yang  berbudi pekerti yang luhur.

Nabi adalah orang yang sangat sabar.

Dakwah beliau adalah dakwah yang berat sebab beliau harus melakukan dakwah dengan adat dan kebiasaan para kaum terdahulu yang sangat berbeda sekali dengan Islam. Dan kebiasaan mereka sudah sangat mendarah daging, lama sekali.

Alhasil, beliau banyak sekali mengalami penyerangan, cacian, hinaan, perlakuan kasar, dan ancaman pembunuhan dari kaum musyrikin Makkah. Namun semuanya beliau jalani dengan kesabaran yang terus beliau junjung.

Dalam sebuah kisah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, salah seorang pada zaman nabi yakni Uqbah bin Abu Mu’ith pernah mencampakkan Nabi dengan kotoran unta. Dan Nabi saat itu sedang dalam keadaan sujud. Beliau terus menerus sujud hingga putri beliau, Fathimah membuang kotoran unta tersebut.

Perlakuan kaum musyrik ini semakin menjadi sepeninggal pamanda Nabi yakni Abu Thalib dan sepeninggal istri Nabi yakni Khadijah, tepatnya pada tahun ke-10 kerasulan Nabi. Sebab inilah beliau akhirnya Hijrah menuju ke wilayah Thaif. Namun, naasnya beliau tidak diterima di daerah ini. Bahkan para penduduk menyuruh anak-anak mereka untuk melempari Nabi dengan batu.

Nabi adalah yang menjunjung Kasih Sayang

Meski perlakuan para kaum musyrik kepada Nabi sangatlah tidak mengenakkan. Namun, tidak serta merta membuat Nabi mendoakan mereka dengan azab. Tapi sebaliknya, Nabi malah mendoakan mereka agar para anak cucunya kelak termasuk orang yang menyembah Allah dan tanpa sedikitpun syirik kepada-Nya sedikitpun.

Padahal saaat itu malaikat penjaga gunung menawari beliau untuk menimpakan gunung Abu Qubaisy kepada penduduk Thaif. Sekeras apapun perlakuan mereka, kaum musyrik kepada Nabi dan umat pengikutnya, namun hal itu tak membuat beliau dendam kepada mereka sedikitpun di saat pembebasan Makkah tahun 8 Hijriah. Bahkan beliau memerikan amnesti yang besar untuk para musyrikin Makkah.

Keistimewaan yang Allah Berikan Kepada Nabi

Dalam sebuah riwayat dari Jabir bin Abdullah Ra, Nabi dalam suatu kesempatan menjelaskan bahwa adala lima hal keistimewaan yang Allah berikan kepada beliau. Dan tidak pernah sedikitpun Allah berikan kistimewaan tersebut kepada seorang sebelum beliau. Yakni:
  • Allah memberikan kemenangan dengan rasa takut kepada musuh-musuh Nabi dengan jarak satu bulan perjalanan jauhnya.
  • Bumi oleh Allah dijadikan sebagai tempat shalat yang suci untuk Nabi, maka barangsiapa yang berjumpa dengan waktu shalat. Hendaklah ia segera melaksanakan sholat.
  • Harta ghanimah (rampasan perang) dihalalkan untuk Nabi dan umat-Nya, sedangkan umat terdahulu tidak dihalalkan.
  • Allah memberikan kemudahan bagi Nabi untuk memberikan syafaat kepada umat-Nya kelak hari kiamat sebab Nabi Muhammad adalah Nabi dengan pengikut terbanyak. Dan Nabi Muhammad adalah Nabi pertama yang diberi syafaat dan memberi syafaat. Serta Nabi termasuk Nabi pertama yang mengetuk pintu surga. (HR. Imam Bukhari dan HR. Imam Muslim).
  • Nabi-nabi terdahulu hanya diutus hanya bagi kaum-Nya sendiri, Nabi Muhammad SAW diutus untuk Umat Universal / seluruh dunia.

Nabi Muhammad SAW adalah Nabi yang Taat Beribadah

Meski Nabi Muhammad dikenal sebagai Nabi yang sangat dijamin masuk surga bahkan Allah pun sangat menjamin hal tersebut. Namun Nabi tak sedikitpun melemahkan ibadah-Nya. Bahkan sampai suatu ketika Nabi melakukakn shalat hingga dua kaki beliau membengkak. Lalu isteri beliau, Aisyah Ra. menegur Nabi sebab hal itu. Namun Nabi dengan tenang menjawab apakah diri-Nya tidak pantas menjadi hamba yang sangat bersyukur. 

Dari kisah ini kita bisa ambil sebuah pelajaran berharga dari beliau, cara bersyukur yang baik atas segala anugerah yang telah Allah berikan kepada diri kita ini adalah dengan beribadah dengan semaksimal mungkin tanpa menyerah.

Wafatnya Nabi Muhammad SAW


Peristiwa ini adalah peristiwa yang sangat memilukan bagi manusia sedunia sebab salah satu manusia terbaik yang Allah ciptakan tersebut, dipanggil oleh Allah SWT. Allah sudah rindu sekali dengan Nabi. Dan Nabi pun ketika sebelum meninggal beliau masih belum rela untuk meninggalkan umat-Nya. Beliau khawatir sangat atas umat-Nya. Khawatir umat-Nya salah arah dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Nabi berpesan agar terus menjaga shalat. 

Hari itu, adalah hari yang sangat menyesakkan jiwa, bertepatan pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah di waktu dhuha. Dalam usia 63 tahun. Para sahabat, tabiin awal / tabiin kecil sedih tidak kepalang.

Bahkan sahabat Bilal bin Rabbah sangat sedih hingga ia mampu untuk mengumandangkan adzan lagi. Karena kepiluan ini di rasakan oleh semua umat seluruh dunia. Semoga kelak kita semua bisa berjumpa dan bertatapan langsung dengan Nabi Muhammad SAW kelak. Serta dapat bertemu langsung dengan Allah SWT.

Demikianlah pengulasan tentang Sejarah Nabi Muhammad SAW. Semoga artikel yang dikutip dari beragam sumber ini bisa memberikan penegasan dan keteguhan keyakinan kepada tokoh Islam bagi umat disluruh dunia ini. Amin

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sejarah Nabi Muhammad SAW [Awal/Lahir, Wafat]"

Posting Komentar