7+ Tokoh Pendiri NU/Nahdlatul Ulama [Nama dan Biografi] Lengkap

Perlu diketahui bahwa (NUNahdlatul 'Ulama adalah sebuah organisasi yang paling besar pertama setelah Muhamadiyah. Jami’ah Nahdlatul ulama adalah sebuah organisasi yang telah berhasil dalam membentuk orang-orang yang benar-benar memperjuangkan dan juga mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Nahdlatul 'Ulama


Telah kita ketahui bersama bahwa memang banyak sekali dari ulama dan juga orang–orang yang telah tergabung dalam NU atau Nahdlatul Ulama yang ikut tergabung dalam mempertahankan kemerdekaan, entah itu dari pondok pesantren atau pun dari organisasi tersebut. Namun dari sini hanya ada beberapa saja yang dapat di sebut dalam pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan.

Tokoh Nahdlatul 'Ulama


Tokoh–tokoh pahlawan yang berjasa dalam perkembangan Indonesia khusunya dalam perkembangan Nahdlatul ulama yang ada di indonesia memang patut di berikan sebuah gelar dan juga kenangan yang baik yang tidak dapat terlupakan. perlu diketahui bersama bahwa NU atau bisa disebut juga dengan Nahdlatul Ulama ini berasal dari kata Ulama yang artinya kebangkitan, ulama atau kebangkitan cendikiawan islam atau dapat juga di singakt dengan NU yang artinya adalah Sebuah organisasi yang paling besar yang ada di Indonesia.

Tokoh Pendiri Nahdlatul 'Ulama


Adapun di dalam hal ini ada beberapa nama yang termasuk kedalam tokoh-tokoh NU yang ikut mendirikan NU. Nama dan biografi tokoh yang mendirikan NU tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut;

Tokoh pendiri NU adalah Hadratussyekh KH Hasyim Asyari

Hadratussyekh KH Hasyim Asyari adalah seorang ulama yang sangat berjasa dan juga berpengaruh dalam perkembangan islam. Hadratussyekh KH Hasyim Asyari ini adalah seorang yang telah disebut sebagai Pahlawan Nasional Indonesia sejak tanggal 17 November 1964.

Hal ini dapat terjadi karena ia adalah satu yang memeiliki peran dalam melawan dari penjajah. pada saat itu Hadratussyekh KH Hasyim Asyari ini memerintah untuk mengeluarkan resolusi jihad pada tanggal 22 oktober 1945. Yang sampai sekarang tanggal 22 oktober 1945 ini dijadikan sebagai Hari Santri Nasional, yang di gagas oleh Cak Imun. Selengkapnya, baca; 6+ Hal Menarik pada Kepribadian Muhaimin Iskandar (Cak Imin)

Hadratussyekh KH Hasyim Asyari juga telah memperoleh sebuah gelar Rais Akbar NU. ini lah satu satunya gelar yang hanya dimiliki oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asyari. selain menjadi seorang Pahlawan Nasional Indonesia Hadratussyekh KH Hasyim Asyari ini juga adalah seorang yang tokoh utama dan juga yang mendirikan Nahdlatul Ulama tersebut. Baca, juga; K.H. Hasyim Asy’ari: Pendidikan Karakter Teladan dalam Kehidupan

Tokoh pendiri NU adalah KH. Abdul Wahid Hasyim

KH. Abdul Wahid Hasyim adalah salah satu anggota dari BPUPKI atau bisa disebut juga dengan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan juga anggota dari PPKI yaitu Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

KH. Abdul Wahid Hasyim ini adalah seorang yang telah membentuk untuk memasukkan sebuah ilmu pengetahuan umum kedalam dunia pesantren yang di laksanakan di pondok pesantren tebu ireng. pada tanggal 17 November 1960 KH. Abdul Wahid Hasyim ini telah di tetapkan sebagai seorang yang disebut sebagai pahlawan nasional dan juga yang termasuk kedalam salah satu orang yang mendirikan Nahdlatul Ulama tersebut.

KH. Abdul Wahid Hasyim ini adalah seorang putra dari Hadratussyekh KH Hasyim Asyari dan juga merupakan ayah dari Presiden keempat Republik Indonesia, yaitu Abdurrahman Wahid yang lebih sering disapa dengan nama Gus Dur. Selengkapnya, baca; K.H. Abdurrahman Wahid dan 6 Karyanya Yang Harus Kamu Baca!

KH Zainul Arifin

KH Zainul Arifin adalah seorang tokoh umat islam yang merupakan salah satu tokoh pendiri dari NU atau biasa disebut juga dengan Nahdlatul Ulama. KH Zainul Arifin ini adalah seorang tokoh ulama yang berasal dari daerah Sumatera Utara. KH Zainul Arifin telah aktif dalam semua kegiatan dan juga aktif dalam sebuah organisasi yaitu NU ini sejak ia masih muda.

KH Zainul Arifin ini adalah seorang yang memiliki jasa-jasa yang penting dalam perkembangan Islam di Indonesia diantara lain jasa-jasa tersebut adalah pembentukan pasukan semi militer Hizbullah.

Kemudian ia menjadi seorang panglimanya. KH Zainul Arifin ini juga pernah di beri jabatan sebagai seorang perdana meteri di Indonesia, ketua dari DPR-GR. Selain itu juga KH Zainul Arifin ini pernah menjabat sebagai anggota dari badan pekerjaa komite nasional pusat. Kemudian dari jasa–jasa yang telah diberikan oleh KH Zainul Arifin ini lah, maka dari itu KH Zainul Arifin ini di tetapkan sebagai pahlawan nasional pada tanggal 4 Maret 1963.

KH Zainul Mustofa

KH zainul Mustofa adalah seorang tokoh ulama yang termasuk kedalam salah satu tokoh pendiri NU. KH zainul Mustofa adalah seorang tokoh NU yang berasal dari Tasikmalaya. KH zainul Mustofa ini juga pernah menjadi seorang wakil dari Rais Syuriyah.

KH zainul Mustofa ini adalah seorang kiyai yang berda di pesanteren – pesantren yang secara langsung ia melawan penjajahan belanda. KH zainul Mustofa berhasil membuat Belanda tidak dapat melawan lagi, kemudian dari situlah di gantikan oleh penjajah Jepang.

Hal yang dilakukan oleh KH zainul Mustofa ini pun masih sama yaitu tetap membela agama islam dan menolak adanya penjajah tersebut. sehingga karena adanya penjajah tersebut, KH zainul Mustofa bersama dengan santrinya melawan penjajahan sampai dengan berhasil. kemudian dari situ lah KH zainul Mustofa ini di anugrahi sebagai pahlawan nasional yang telah di sahkan pada Tahun 1972.

KH Idham Chalid

KH Idham Chalid ini adalah seorang yang memiliki jabatan sebagai mentri wakil perdana meteri di Indonesia pada kabinet Ali Sastroamidjojo II dan juga sebagai kabinet Djuanda. Selain itu juga KH Idham Chalid telah menjabat sebagai seorang ketua MPR dan juga sebagai ketua DPR.

KH Idham Chalid adalah seorang yang menjadi pengurus besar atau ketua dari organisasi besar ini yaitu Nahdlatul Ulama pada tahun 1956 dan 1984. sampai saat ini KH Idham Chalid adalam ketua umum yang paling lama yang pernah menjabat di sebuah oragaisasi yaitu Nahdlatul Ulama tersebut. kerena jasa yang telah diberikan oleh KH Idham Chalid ini, maka pada tanggal 8 November 2014 ia telah memiliki gelar sebagai pahlawan nasional.

Kemudian pada saat itu KH Idham Chalid juga telah di abadikan atau tetap di kenang maka KH Idham Chalid ini di abadikan dalam bentuk uang pecahan uang kertas lima ribu rupiah yang dalam bentuk kertas yang baru hal ini dilakukan pada tanggal 19 Desember 2016.

KH Abdul Wahab Chasbullah

KH Abdul Wahab Chasbullah adalah seorang yang telah mendirikan NU. KH Abdul Wahab Chasbullah ini adalah seorang yang telah mendirikan sebuah kelompok diskusi Tashwirul Afkar atau disebut juga dengan pergolakan pemikiran.

KH Abdul Wahab Chasbullah ini juga adalah seorang yang telah mendirikan Nahdlatul Tujjar atau biasa disebut juga dengan kebangkitan pedagang. selain itu juga sejak tahun 1924 KH Abdul Wahab Chasbullah ini mulai membentu sebuah pergerakan untuk membentuk kaum tradisional.

KH Abdul Wahab Chasbullah ini telah terwujud karena adanya yang mendirikan Nahdlatul ulama pada tahun 1926 bersama dengan kiyai – kiyai yang lainnya tersebut. KH Abdul Wahab Chasbullah ini juga pernah menjabat sebagai seorang penggagas MIAI, Selain itu KH Abdul Wahab Chasbullah ini juga pernah menjadi Rais Aam PBNU.

Kemudian kiyai KH Abdul Wahab  Chasbullah ini meninggal pada tanggal 29 Desember 1971 dengan gelar yang di perolehnya adalah menjadi Pahlawan nasional pada tanggal 8 November 2014.
7. KH As’ad Syamsul Arifin KH As’ad Syamsul Arifin adalah seorang yang berjasa dalam berdirinya NU. KH As’ad Syamsul Arifin ini juga adalah salah satu tokoh yang memiliki pengaruh penting dalam perkembangan kemerdekaan yang ada di Indonesia ini.

Selain itu juga KH As’ad Syamsul Arifin ini adalah salah satu tokoh yang selau berperang dalam melawan penjajah. pada saat itu KH As’ad Syamsul Arifin ini adalah seorang yang telah memimpin perang yang ada di daerah Situbondo, Jember, dan juga di daerah bondowoso Jawa Timur pada zaman dahulu.

Selain itu juga KH As’ad Syamsul Arifin ini adalah seorang yang menjadi ketua dalam melakukan penjajahan pada tanggal 10 November 1945. KH As’ad Syamsul Arifin ini juga adalah seorang yang menjadi pelopor utama dalam kemerdekaan Indonesia.

Kemudian setelah Indonesia merdeka baru lah KH As’ad Syamsul Arifin ini menggerakkan menteri ataupun presiden untuk membentuk sebuah bangunan yang merata di sepanjang rumah-rumah yang telah hancur akibat peperangan yang terjadi.

Baca Juga;
  1. Biografi K.H Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) dan Sisi Lainnya
  2. 6 Perjalanan Karir Gus Dur [Awal-Akhir] Terbaik
Demikianlah serangkaian penjelasan dan pembahasan secara lengkap mengenai beberapa tokoh-tokoh agama yang mendirikan Organisasi sosial kemasyarakatan. Yaitu Nahdlatul Ulama, semoga dengan adanya tulisan ini bisa memberikan wawasan dan juga pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih, 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "7+ Tokoh Pendiri NU/Nahdlatul Ulama [Nama dan Biografi] Lengkap"

Posting Komentar