K.H. Abdurrahman Wahid dan 6 Karyanya Yang Harus Kamu Baca!

FaktaTokoh.Com- K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah sosok fenomenal, unik dan khas. Kefenomenalan ini dilandasi lantaran beliau ia selalu saja menawarkan ide-ide mengagetkan sekaligus ‘kontroversial’ bagi nalar logika mainstream.

K.H. Abdurrahman Wahid juga terkesan unik, lantaran dalam dirinya melekat berbagai atribut; baik sebagai ahli ilmu sosial, tokoh LSM, agamawan sekaligus kiai, serta khas karena ia adalah representasi tokoh yang sangat gigih membela kepentingan minoritas agar tidak tertindas, ditindas bahkan menjadi kekuatan penindas, serta mengkritik mayoritas agar tidak bersikap sewenang-wenang karena merasa berkekuatan besar sekaligus menyelamatkanya dari perilaku diktator.

K.H. Abdurrahman Wahid


Gus Dur pernah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia dari 20 Oktober 1999 hingga Sidang Istimewa MPR 2001. Ia secara biografinya lahir dengan nama Abdurrahman Addakhil atau "Sang Penakluk", dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur yang memiliki makna sebagai panggilan kehormatan Khas pesantren kepada anak kiai.

Sebagai seorang tokoh intelektual, Gus Dur semasa hidupnya telah menghasilkan berbagai gagasan dan pemikiran yang dapat terlihat pada sejumlah karya-karya berupa sejumlah tulisan yang menarik untuk dibaca dan dalami.

Karya-Karya K.H. Abdurrahman Wahid


Diantara karya tulis tokoh ini, antara lain sebagai berikut;

Buku Bunga Rampai Pesantren

Pada buku ini terdapat sekitar 12 artikel yang secara umum menguraikan tentang kehidupan di dunia pesantren. Sekedar untuk diketahui, bahwa buku Gus Dur yang satu ini sudah sangat sulit ditemukan, karena tergolong buku lama.

Wacana yang lebih banyak diangkat oleh Gus Dur dalam tulisannya ini yaitu tentang kemampuan pesantren mengambil peran pernting dalam berbagai aspek kehidupan. Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, namun juga dapat berkontribusi dalam setting sosial budaya, politik dan ideologi negara.

Buku Muslim di Tengah Pergumulan

Di dalam buku ini, Gus Dur membahas seputar persoalan penting yang dihadapi bangsa Indonesia selama periode tahun 1971 sampai 1981. Buku ini berisi  17 artikel yang pada umumnya menjelaskan berbagai masalah yang muncul di tengah umat Islam Indonesia dalam merespon perubahan zaman akibat arus modernisasi.

Buku Kiai Nyentrik Membela Pemerintah

Pembahasan dalam buku ini menggambarkan bagian dari pemikiran Gus Dur tentang kenegaraan, kebudayaan, dan keislaman. Pada saat Gus Dur menghasilkan karya ini, ia tengah berada dalam kematangan sikap dalam menggunakan metodologi ilmu sosial, terutama ilmu antropologi yang menjelaskan pandangan pandangan ideologisnya.

Buku Tuhan Tak Perlu Dibela

Buku ini merupakan kumpulan dari tulisan Gus Dur di kolom-kolom majalah Tempo antara tahun 1970-an dan 1980-an. Dalam buku ini terdapat sekitar 73 artikel yang telah ditulis Gus Dur. Secara umum, dalam buku ini menggambarkan tiga pokok besar dari pemikiran Gus Dur yakni tentang pemikiran Islam, kebangsaan, dan demokrasi. Selain topik-topik tadi, buku ini juga menceritakan berbagai pengalaman Gus Dur selama tinggal di luar negeri.

Buku Prisma Pemikiran Gus Dur

Di dalam karya K.H. Abdurrahman Wahid berupa buku ini, pembaca akan dapat melihat seputar pandangan Gus Dur tentang politik, ideologi, nasionalisme, gerakan keagamaan, pemikiran sosial dan budaya.

Buku Mengurai Hubungan Agama dan Negara

Di dalamnya terdapat 17 artikel yang memaparkan berbagai pandangan Gus Dur tentang agama, demokrasi, pemberdayaan sosial masyarakat, NU dalam politik bangsa, kepemimpinan Islam di antara eksklusivme dan inklusifisme.

Di samping karya-karya Gus Dur yang sudah ditulis di atas tersebut, terdapat pula beberapa buku yang membahas seputar pemikiran dan Gagasan Gus Dur. Di antaranya, buku yang berjudul Kiai Menggugat Gus Dur menjawab, Sebuah Pergumulan Wacana dan Transformasi, Tabayyun Gus Dur, Gus Dur Menjawab Tantangan Perubahan, Menjawab Kegelisahan Rakyat, Membaca Sejarah Nusantara, Sekadar Mendahului, Membangun Demokrasi, Melawan Lelucon, Ilusi Negara Islam, dan Islamku, Islam Anda, Islam Kita.

Sejauh ini, memang masih banyak karya Gus Dur yang tidak dapat diuraikan seluruhnya di dalam tulisan ini. Namun, berdasarkan karya-karya Gus Dur di atas tadi, penulis melihat bahwa selain sebagai seorang penulis, tokoh politik, guru spritual, negarawan, dan budayawan, Gus Dur juga pantas disebut seorang intelektual keagamaan yang memiliki wawasan sangat luas.

Demikianlah tulisan mengenai karya-karya yang dimiliki oleh K.H. Abdurrahman Wahid atau lebih akrab disapa dengan nama Gus Dur, semoga dengan adanya tulisan ini bisa memberikan wawasan dan refrensi yang mendalam. Penulis dalam artikel ini adalah Lukluil Maknun

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "K.H. Abdurrahman Wahid dan 6 Karyanya Yang Harus Kamu Baca!"

Posting Komentar