Sarinah "Inspirator Soekarno dalam Mewujudkan Kesatuan Indonesia"

FaktaTokoh.Com- Bung Karno memiliki beberapa teman dekat yang sangat berpengaruh pada kepribadannya maupun kepemimpinanya. Mereka merupakan orang orang yang berjasa besar dalam hidup Bung Karno. Mereka semualah yang telah mengajarkan kepada Bung Karno tentang nilai-nilai moral dalam kehidupan. Tidak semua orang orang tesebut di kenal oleh masyarakat. Begitulah Bung Karno. Menjalin persabahatan dengan orang tanpa pandang bulu. Salah satu orang tersebut benama, Sarinah.

Sarinah


Nama yang cukup asing di masyarakat namun tidak untuk Bung Karno, justru berbanding balik dari itu. Bung Karno telah menganggap Sarinah sebagai mbok-nya sendiri. Mbok ialah kata sapaan dalam bahas jawa untuk wanita yang lebih tua sama juga artinya dengan ibu.

Ketika Bung Karno pindah ke Mojokerto, sejak itulah Sarinah menjadi teman Bung Karno di rumah ketika orang tua Bung Karno pergi untuk Bekerja. Sarinah, seorang pengasuh sekaligus pembimbing bagi Bung Karno. Selengkapnya, baca; Fakta Soekarno dari Remaja Hingga Tamat Kuliah

Tokoh wanita yang mengajarkann Bung Karno tentang pendidikan moral, arti kasih sayang dan mencintai rakyat. Mengapa rakyat?’. Dalam buku biografi Bung Karno yang ditulis oleh Cindy Adams, ia berkata, “Selagi Sarinah memasak di gubuk kecil dekat rumah ku. Aku selalu duduk disampingnya. Dia kemudian mengatakan, “Karno, yang terutama engkau harus mencintai ibumu. Akan tetapi, kemudian engkau harus mencintai rakyat jelata. Engkau harus mencintai manusia pada umumnya”.

Sarina adalah nama biasa. Akan tetapi, Sarinah ini bukan wanita biasa. Ia adalah satu kekuasan yang paling besar dalam hidupku”. Sarinah mengajarkan kepada Soekarno, betapa pentingnya untuk mecintai rakyat.

Nilai kemanusian yang Sarinah ajarkan kepada Bung Karno sangat berpengaruh terhadap kepemimpinan Bung Karno itu sendiri. Tidak hanya nilai kemanusian yang Sakinah ajarkan kepada Bung Karno, tetapi juga nilai moral kehidupan.

Wanita Inspirator Soekarno

Sarinah juga telah mengisnpirasi Bung Karno untuk merubah kedudukan wanita di tengah masyarakat pada saat itu. Wanita selalu di posisikan kedua setelah laki-laki. Itulah hal yang terjadi di zama Bung Karno.

Namun, ia berusaha merubah pemikiran itu. Karena menurutnya, masalah wanita itu sama dengan masalah masyarakat. Di msyarakat itu ada nilai kemanusiaan. Jika salah satunya ada yang tertindas berarti nilai kemanuasiaan itu belum berhasil diwujudkan.

Begitupun dengan masalah kedudukan wanita. Di dalam bukunya yang berjudul Sarinah, Bung Karno menyatakan bahwa kedudukan wanita itu harus seimbang dengan kedudukan laki-laki. Ia sangat tidak setuju dengan patriaki, sebuah sistem yang menunjukan laki-laki sebagai penguasa yang juga mendominasi kekuasan.

Bung Karno mengaharapakan kesatuan Negara Republik Indonesia dalam masyrakat yang adil dan makmur, yang diupayakan oleh seluruh masyarakat yang terdiri dari laki-laki dan wanita. Oleh karena itu, kesatuan tidak akan berhasil jika hanya laki-laki saja yang berjuang untuk negara ini tetapi juga dibutuhkan wanita dalam perjuangan ini.

Dari dukungan Bung Karno dalam menyeimbangkan kedudukan wanita di tengah masyrakat, hal itu membangkitkan semangat para wanita di Indonesia untuk ikut serta dalam perjuangan dan juga revolusi indonesia disaat banyaknya aksi-aksi tempur dengan Belanda.

Itu juga mendorong para wanita tersebut untuk bergerak dan mencari cara untuk memlakukan perlawanan terhadap tentara Belanda. Semangat mereka juga tertuang dalam organisasi-organisasi wanita yang mulai tumbuh pada saat itu.

Hingga akhirnya pada saat ini pemikiran Bung Karno itu masih terus mengalir di tengah-tengah masyarakat. Begitulah dengan Sarinah, sebagai sososk inspirator Bung Karno dan juga masyarakat hingga saat ini.
Baca JugaInggit Garnasih [Biografi & Perjuangan Istri Ke-2 Soekarno]

Demikianlah artikel dan tulisan secara lengkap mengenai salah satu tokoh inpirator wanita Soekarno, dengan nama Ibu Sarinah. Semoga dengan adanya artikel ini bisa memberikan wawasan dan juga pemahaman kepada setiap pembaca sekalian, penulis artikel ini adalah Serly Usfidalia. Trimakasih, 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sarinah "Inspirator Soekarno dalam Mewujudkan Kesatuan Indonesia""

Posting Komentar