Inggit Garnasih [Biografi & Perjuangan Istri Ke-2 Soekarno]

FaktaTokoh.Com- Pepatah pernah mengatakan di balik pahlawan besar selalu ada seorang perempuan agung. Begitu pula dengan Soekarno, Presiden Republik Indonesia yang peratama. Beliau dikenal sebagai sosok yang hebat dan memiliki semangat perjuangan yang sangat besar. Sangat banyak perempuan di balik perjuangan Soekarno, mengingat Soekarno memiliki sembilan orang istri. Semua istri Soekarno tentu sudah berkorban demi Soekarno, tetapi ada satu istri Soekarno yang memiliki pengorbanan yang sangat besar bagi kehidupan Soekarno hingga mengantarkannya ke depan gerbang kemerdekaan Indonesia, beliau adalah Inggit Garnasih.

Inggit Garnasih


Catatan biografi Inggit Garnasih menjadi seorang wanita berparas cantik yang lahir di desa Kamasan, Banjaran, Kabupaten Bandung pada tanggal 17 Februari 1888. Ibunya bernama Amsi dan ayah Inggit bernama Arjidpan. Arjidpan memberi nama bayi perempuannya Garnasih dengan harapan supaya anak itu memiliki sifat kasih sayang yang menyegarkan dan menghidupkan.

Inggit Istri Soekarno ini tumbuh dari keluarga yang sederhana, ayahnya hanya berprofesi sebagai petani. Inggit Garnasih adalah istri kedua Soekarno setelah Siti Utari. Inggit dan Soekarno menikah pada 24 Maret 1923.

Mereka melangsungkan acara perenikahan dengan selisih usia yang cukup jauh. Dalam surat nikah
dicantumkan usia Soekarno 22 tahun ditulis 24 tahun, sedangkan usia Inggit 36 tahun ditulis 35 tahun supaya terlihat lebih muda.

Setiap keberhasilan dan pencapaian hidup Soekarno ada campur tangan dan dukungan Inggit di dalamnya. Inggit selalu berada di sisi Soekarno dalam suka maupun duka. Salah satu perjuangan Inggit yaitu ketika Soekarno berupaya untuk mendirikan PNI. Selengkapnya, baca; Fakta Soekarno dari Remaja Hingga Tamat Kuliah

Inggit yang memfasilitasi setiap pertemuan para mahasiswa di Bandung. Inggit merelakan rumahnya menjadi markas tempat lahirnya beragam ide dan pemikiran tentang Indoneia di masa depan. Bukan hanya menyediakan rumah, tetapi Inggit juga menyediakan makanan dan minuman, karena Inggit berpendapat “tidak mungkin mereka bisa berpikir bila perutnya lapar”. Kegigihan Soekarno dalam memperjuangkan PNI belum tentu berhasil tanpa Inggit.

Inggit Garnasih dan Sukarno Berpisah

Pada tahun 1929-1931 Inggit dan Soekarno menghadapi cobaan yang cukup berat, saat itu mereka harus terpisah karena Soekarno di tahan di penjara Sukamiskin dan dua tahun setelahnya tepatnya tahun 1933 Soekarno kembali ditangkap dengan tuduhan melakukan tindakan subversif.

Soekarno kemudian diasingkan di Ende Flores. Selama berada di tahanan Inggit selalu mendampingi Soekarno. Inggit selalu membantu Soekarno dengan membawa uang yang diselipkannya di dalam makanan. Uang tersebut digunakan untuk mendapatkan hak-hak istimewa sebagai seorang tahanan. 

Hak istemewa tersebut diantaraya bisa untuk membujuk penjaga dengan membelikannya koran, serta memperbolehkan Soekarno membaca buku-buku di perpustakaan. Tidak hanya itu Inggit juga sering menyelundupkan buku.

Untuk bisa menyelundupkan buku tersebut ke dalam penjara, Inggit harus berpuasa selama tiga hari agar buku yang ditaruh di perut di balik kain kebayanya itu tidak tampak oleh penjaga. Soekarno mungkin akan mengakhiri semangat juangnya di balik penjara, Soekarno juga akan mati di Ende Flores karena serangan nyamuk malaria dan kesepian jika tidak ada Inggit.

Inggit menemani Soekarno selama dua puluh tahun hingga akhirnya Soekarno jatuh hati pada anak angkatnya sewaktu di Bengkulu, yaitu Fatmawati. Soekarno berniat untuk menikah lagi dan menjadikan Fatmawati sebagai istri keduanya.

Sikap Inggit Garnasih Tidak Mau Dimadu

Namun Inggit memiliki prinsip bahwa ia tidak mau di madu. Tepat dua tahun sebelum kemerdekaan, Inggit dikembalikan ke Bandung oleh Soekarno. Perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan oleh Inggit tidak dirasakan buahnya saat Soekarno mencapai puncak kemerdekaan.

Inggit Garnasih dapat dikatakan merupakan potret perempuan yang mengagumkan. Kesetiaannya mendampingi Soekarno secara tidak langsung telah mencetak Soekarno menjadi orang nomor satu di Indonesia. Inggit pernah mengatakan, ”sesungguhnya aku harus senang pula karena dengan menempuh jalan yang tidak bertabur bunga, aku telah mengantarkan seseorang, aku telah mengantarkan seseorang sampai di gerbang yang amat berharga.”

Demikianlah tulisan dan kisah cinta yang terjadi antara Ibu Inggit Garnasih dengan Soekarno. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa memberikan wawasan dan juga pengetahuan yang mendalam bagi segenap pembaca sekalian, penulis dalam artikel ini adalah Choirunisa Basnawi. Trimakasih, 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Inggit Garnasih [Biografi & Perjuangan Istri Ke-2 Soekarno]"

Posting Komentar