Mr. Assaat dan 4 Fakta dari Presiden Indonesia yang Terlupakan

FaktaTokoh.Com- Mr. Assaat, mungkin diantara kita asing dengan nama tersebut, akan tetapi nama tersebut sempat menjadi Presiden sementara Indonesia. Bahkan kalau ditanya sama anak bangsa, siapa nama Presiden Indonesia setelah Ir. Soekarno?. Pasti jawabannya adalah Soeharto. Inilah mereka yang tidak tahu sejarah. Oleh karena itu, penulis akan coba mengangkat 4 fakta tentang Mr.Assaat.

Fakta Mr. Assaat sebagai Presiden Indonesia yang Terlupakan


Setidaknya ada 4 seragkaian fakta tokoh yang bisa dijelaskan dari sosok ini, antara lain;

Mr. Assat sebagai Politisi

Mr. Assaat ikut berperan aktif dalam dunia politik, yaitu dengan Partindo (Partai Indonesia). Di Perhimpunan Pemuda Indonesia, Mr. Assat pernah menduduki jabatan sebagai anggota Pengurus Besar, dan ketika Perhimpunan Pemuda Indonesia mempersatukan diri dalam Indonesia Muda.

Mr. Assaat terpilih menjadi Bendahara Komisaris Besar Indonesia Muda. Sedangkan di Partindo Mr. Assaat bergabung bersama dengan Adnan Kapau Gani, Adam Malik, Amir Syarifuddin, dan sebagainya.

Kemudian karena keaktifannya dalam gerakan politik, Mr. Assaat tidak diluluskan di RHS meskipun sudah beberapa kali ikut ujian. Tersinggung dengan hal tersebut, Mr. Assaat memutuskan untuk berhenti dari RHS dan belajar di Universitas Leiden, Belanda

Mr. Assat sebagai tokoh yang religius.

Mr. Assaat adalah seorang yang religius, dan menghargai waktu. Meski bukan ahli pidato, tidak suka banyak bicara, tetapi segala pekerjaan dapat diselesaikannya dengan baik, dan semua rahasia negara dipegang teguh.

Mr. Assaat juga merupakan seorang yang tenang dalam menghadapi persoalan-persoalan. Menurut pengakuan dari anaknya, Lucy Assaat Bachtiar, ia mengatakan bahwa Mr. Assaat adalah seorang pendiam dan sederhana, lembut dan tidak bersuara keras kepada keluarga, dan jika mengambil keputusan, pasti keputusan tersebut sudah dipertimbangkan dengan matang.

Sebagai Presiden Republik Indonesia

Setelah disahkannya persetujuan Konferensi Meja Bundar pada sidang pleno KNIP, maka pada tanggal 16 Desember dilangsungkan pemilihan Presiden Republik Indonesia Serikat di gedung Kepatihann Yogyakarta oleh wakil-wakil 16 negara bagian dan pilihan jatuh kepada Soekarno.

Maka pada tanggal 27 Desember terjadi persitiwa besar dalam sejarah Indonesia, yaitu penyerahan kedaulatan dari pemerintahan Belanda ke RIS di Amsterdam, penyerahan pemerintahan dari Hindia- Belanda ke RIS di Jakarta dan penerimaan Republik Indonesia ke dalam RIS dari acting Presiden Republik Indonesia, Mr. Assaat

Mr. Assaat menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, sebagai negara bagian dari RIS, selama kurang lebih 9 bulan. Masa jabatan yang singkat bukan berarti tidak ada peran dan jasa dari Mr. Assaat. Dapat dikatakan bahwa dengan diangkatnya Mr. Assaat menjadi Presiden RI itu sendiri merupakan peran dan jasa yang sangat besar. Karena jika tidak, maka akan ada masa kekosongan kekuasaan (vacuum of power) dalam sejarah Indonesia. Sedangkan adanya kekuasaan merupakan syarat utama untuk diakui sebagai negara.

Mr. Assaat sebagai pemikir yang revolusioner

Beliau mencetuskan gagasan wawasan nusantara yang kemudian dikonkritkan menjadi kesepakatan internasional “Deklarasi Djuanda”. Deklarasi ini diresmikan menjadi UU No.4/PRP/1960 tentang Perairan Indonesia. Hal ini memperkokoh eksistensi NKRI yang terdiri dari ribuan pulau. Hari Deklarasi Djuanda, terjadi pada Tanggal 13 Desember, pada masa Presiden K.H. Abdurrahman Wahid  atau Gus Dur dicanangkan sebagai “Hari Nusantara”. Selengkapnya, baca; 6 Perjalanan Karir Gus Dur [Awal-Akhir] Terbaik

Demikianlah artikel dan tulisan mengenai Presiden Indonesia yang Terlupakan yaitu Mr. Assaat. Semoga dengan adanya artikel ini bisa memberikan wawasan dan juga pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Pemilik artikel ini adalah Saleh Arifin, trimakasih.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mr. Assaat dan 4 Fakta dari Presiden Indonesia yang Terlupakan"

Posting Komentar