Biografi Keumalahayati dan Kisah Hidupnya

FaktaTokoh.Com- Keumalahayati? Barang kali nama tersebut terdengar asimg ditelinga kita.Siapa sebenarnya sosok beliau tersebut? Beliau adalah salah satu pahlawan nasional yang juga berasal dari Provinsi Aceh yang baru saja di anugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Republik Indonesia,Bapak Haji Joko Widodo pada Kamis 5 November 2017 lalu di Istana Negara. Oleh karena itulah dalam artikel ini akan sedikit menjelaskan biografi singkat Keumalahayati.

Biografi Keumalahayati


Secara biografi singkatnya Keumalahayati adalah sosok pahlawan dari Bumi Serambi Mekah yang lahir pada tahun 1550 dan wafat pada tahun 1615 ini. Keumalahayati adalah seorang laksamana perempuan pertama di dunia yang juga sekaligus merupakan guru Cut Nyak Dien.

Banyak yang tak mengetahui hal tersebut. Saya pribadi juga terbilang terlambat mengetahui akan informasi tersebut. Saya mengetahui informasi bahwa Laksamana Keumalahayati adalah guru dari
pahlawan nasional kita,Cut Nyak Dien saat saya berkujung ke Museum Aceh pada 2017 lalu dalam
Program Siswa Mengenal Nusantara 2017 atau yang biasa di singkat dengan PSMN 2017. Selengkapnya, baca; Keumalahayati [Laksamana Wanita Tangguh dari Tanah Rencong]

Saya juga terkejut mendapati informasi tersebut dari guide kami di Museum Aceh saat itu karena memang saya sendiripun tak pernah mendengar nama "Keumalahayati" yang saya tahu selama ini adalah Cut Nyak Dien, Cut Nyak Meutia, Teuku Umar dan yang lainnya.

Kisah Hidup Keumalahayati

Keumalahayati adalah putri dari seorang yang juga merupakan Laksamana yang bernama Mahmud Syah sedangkan ibunya telah meninggal dunia saat ia masih kecil.Malahayati adalah cucu dari seorang yang juga adalah seorang Laksamana bernama Muhammad Said Syah yang merupakan putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah Kesultanan Aceh Darussalaam sekitar tahun 1530 sampai tahun 1539 M).

Sultan Salahuddin Syah merupakan Putra dari Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah (1513-1530 yang merupakan pendiri Kesultanan Aceh Darussaalm.Keumalahayati kecil sering diajak berlayar oelah ayahnya, Laksamana Mahmud Syah.Ha ini nampaknya menjadi penyebab kecintaan Keumalahayati terhadap dunia bahari sejak dini.

Keumalahayati menempuh pendidikan di Akademi Militer Mahad Baitul Maqdis yang dimiliki kerajaan Aceh Darussalaam saat itu.Ketika dewasa, Keumalahayati menikah dengan seorang Perwira Laut alumni dari Akademi Militer tersebut.Keumalahayati telah memantapkan tekadnya untuk mengabdikan dirinya pada dunia militer. Pasangan suami istri menjadi pasdangan perwira yang sangat luar biasa.

Suami Keumalahayati Meninggal Melawan Portugis

Akan tetapi tak lama kemudan suaminya meninggal saat melakukan pertempuran laut melawan Portugis. Kepergian suaminya membuatnya sangat terpukul namun hal tersebut emakin membulatkan tekadnya untuk tetap mengabdi pada dunia militer.Keumalahayati menjabat sebagai kepoala pengawal dan protokol di dalam dan di luar istana.

Kemudian menjadi seorang kepala dinas rahasia.Saat menjadi janda lantaran telkah ditinggal mati syahid oleh suaminya membuatnya begitu memahami keadaan jiwa para janda yang juga senasib dengan dirin ya.Atas inisiatif tinggi dari Keumalahayati ia pun berhasil mengajak para janda untuk sama-sama berjuang demi Aceh Darussalaam dengan kemudian mendirikan sebuah perkumpulan wanita janda yang diberi nama "Inong Balee".

Inong Balee itu sendiri merupakan pasukan khusus perempuan yang memang terdiri atas para janda.Inong Balee membangun benteng di Teluk Kreung Raya yang sering disebut sebagai benteng Keumalahayati atau benteng Malahayati.

Benteng Keumalahayati berfungsi sebagai tempat pendidikan bagi 2000 janda yang merupakan anggota pasukan Inong Balee. Melalui benteng ini mereka mengawasi perairan Selat Malaka, mereka mengintai armada-armada Portugis, Belanda juga Inggris.

Usaha Keumalahayati untuk memberikan pendidikan militer kepada para janda ternyata tak sia-sia,ia berhasil menjadikan para janda menjadi pasukan marinir yang tangguh dan gagah berani. Keumalahayati adalah Panglima (Admiral) Armada Laut Kerajaan Aceh. Ia memipin sebanyak 2000 pasukan yang diberinama "Inong Balee".

Keumalahayati menjadi pemimpin tertinggi angkatan laut Kerajaan Aceh.Berkat Kumalahayati, armada laut Aceh sangat disegani oleh Portugis, Inggris juga Belanda padahal ketiga negara tersebut adalah negara adidaya.

Hal yang tak terlupakan dalam sejarah adalah ketika Keumalahayati berhasil melumpuhkan De Houtman bersaudara pada tahun 1599.Frederick de Houtman tertangkap dan dijadikan tawanan oleh Kerajaan Aceh sedangkan Cornelis de Houtman berhasil dibunuh oleh Keumalahayati sendiri pada tanggal 11 September 1599 melalui pertarungan duel satu lawan satu diatas geladak kapal dengan hanya menggunakan senjata tradisional Aceh yang bernama Rencong.

Baca Juga;
  1. Biografi Teuku Cik Di Tiro [Muhammad Saman] Pahlawan Aceh
  2. Fakta - Fakta Tokoh Pahlawan Nasional Wanita Dari Aceh

Atas jasanya memukul mundur pasukan armada Belanda tersebut, Keumalahayati dianugerahi gelar Laksamana oleh Kerajaan Aceh. Nah, demikianlah kisah hidup serta biografi singkat dari Keumalahayati. Semoga bermanfaat, penulis artikel ini adalah Baiq Prajnya Paramitha. Trimakasih, 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Biografi Keumalahayati dan Kisah Hidupnya"

Posting Komentar