6+Fakta Istimewa Kartini, Sang Pembawa Emansipasi


Faktatokoh.com-Raden Ajeng kartini, siapa yang tak kenal beliau ? mendengar nama nya saja pikiran kita akan langsung tertuju pada sosok wanita pembela pendidikan yang sama antara laki-laki dan perempuan. Raden Ajeng Kartini lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini. Penggunaan Raden Ajeng dalam bangsawan ningrat diperuntukkan bagi wanita yang belum menikah. Sedangkan Raden Ayu
diperuntukkan bagi wanita yang sudah menikah. Berikut fakta istimewa dari Raden Ajeng Kartini :

R.A Kartini Adalah Anak Dari Selir

Banyak yang belum tau bahwa R.A Kartini adalah anak dari selir. Ayah nya seorang mayong sebelum menjadi Bupati. Pada saat itu baru muncul aturan dari pemerintah bahwa seorang Bupati harus lah keturunan Ningrat atau bangsawan. Karena M.A Ngasirah ( Ibunda Kartini ) bukan keturunan
raja, maka R.M Adipati Sosroningrat menikah dengan R.A Woerdjan yang merupakan keturunan langsung dari Raja Madura. Kartini lahir bukan dari bangsawan yang tinggi. Kakek dan nenek nya merupakan guru mengaji di Teluwakur, Jepara. Kartini merupakan anak perempuan tertua dari saudara kandungnya.

Dipingit Sejak Usia 12 Tahun

Pingit adalah salah satu tradisi kaum bangsawan. Pada usia 12 tahun, seorang wanita Jawa haruslah dipingit, termasuk Kartini. Ia dipingit setelah menyelesaikan sekolahnya di ELS ( Europese Lagere School ). Kartini termasuk wanita beruntung. Karna ayahnya, R.M Sosroningrat merupakan bupati pertama yang memperbolehnya anaknya untuk bersekolah di Eropa. Di Eropa inilah ia banayk bergaul dengan para perempuan dan salah satu sahabat sejatinya adalah Rosa Abedanon.

Nama Kartini Menjadi Nama Jalan Di Empat Kota Belanda

Ternyata Kartini bukan hanya terkenal di Indonesia. Nama kartini juga melejit di Belanda. Bahkan, empat jalan kota besar di Belanda mempunyai nama Kartini. Kota tersebut terletak di Amsterdam, Utrech, Veerlo dan Harleen.

Penetapan Pahlawan Kemerdekaan Nasional Oleh Presiden Soekarno

Tak asing lagi bagi kita tentang hari lahir Kartini, yakni diperingati setiap tanggal 21 April. Namun ternyata, Presiden Soekarno sendiri telah menetapkan Kartini menjadi Pahlawan Kemerdekaan Nasional pada 2 Mei 1964 dengan mengeluarkan Kepres RI No. 198 Tahun 1964.

Pernikahan Kartini Dengan Duda

R.A Kartini menikah dengan Raden Adipati Ario Singgih Djojo Adiningrat pada 12 November 1903. Raden Adipati sendiri merupakan duda beranak tujuh. Sebelumnya, Raden Adipati telah menikah sebanyak tiga kali. Usia kartini saat itu masih muda. Namun ia rela dinikahkan oleh ayah nya lantaran mendapat izin mendirikan sekolah perempuan. Hal lain yang membuatnya akhirnya menikah adalah lantaran tak tega melihat kondisi ayah nya yang terus menurun. Mendiang istri Raden Adipati pun
diam-diam terpesona dengan sepak terjang dan pola pikir Kartini.  Kartini Menolak Poligami

Menikah dengan duda bukan lah hal terburuk dalam hidupnya. Namun demikian, ia tak rela jika harus dipoligami. Terlahir dari selir, membuat Kartini paham akan hak seorang istri. Dari kisah nya sendiri inilah yang membuat nya benci akan poligami dan mengkritik budaya Jawa yang mengizinkan poligami. Itulah fakta yang belum banyak diketahui dari sosok R.A Kartini. Bagaimana pun latar kehidupan nya, Kartini tetap menjadi pahlawan emansipasi wanita. Kartini dikenal gigih dalam memperjuangkan hak wanita, khusus nya dalam menempuh pendidikan.
Baca Juga : "Ibu Kita Kartini"
Demikianlah tulisan tentang Fakta Istimewa Kartini, Sang Pembawa Emansipasi, semoga dengan adanya tulisan ini dapat menjadi inspirasi dan teladan bagi segenap pembaca. Penulis artikel ini adalah Riskha Indriani. Trima kasih.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "6+Fakta Istimewa Kartini, Sang Pembawa Emansipasi"

Posting Komentar