Biografi Imam Malik bin Anas [Awal-Akhir] Lengkap


Ketika membaca nama Imam Malik bin Anas maka akan terngiang di ingatan para pembaca sosok seorang yang sampai sekarang pendapatnya masih digunakan dalam merumuskan sebuah hukum. Sejak kecil Imam Malik bin Anas dikenal sebagai sosok yang memiliki kecerdasan yang tinggi, hingga ilmu apapun dapat beliau serap dan fahami dengan mudah. Oleh karena itulah artikel ini akan menuliskan tentang biografinya.

Imam Malik bin Anas


Dalam biografinya Imam Malik bin Anas memiliki karakteristik ketika menghadapi permasalahan hukum di masyarakat tidak mengalami kesulitan sama sekali. Dan karena beliau mampu memecahkan sebuah permaslahan yang sedang hangat diperbincangkan dikalangan masyarakat dengan luwes dan ulet inilah banyak yang berguru kepada beliau bahkan beliau mampu mengkader ulama’-ulama’yang masyhur.

Selain itu beliau dikenal sebagai seorang yang senang berpenampilan nyentrik namun zuhud. Dari keseimpulan kecil ini maka dapat kita ketahui bahwa pribadi beliau adalah pribadi yang agung dan patut untuk dijadikan tauladan generasi milenial saat ini.

Bagaimanakah kisahnya? Dan bagaimana latar belakang beliau hingga menjadi demikian? Kita simak dan telaah bersama biografi singkat dan corak pemikiran Imam Malik dalam pemaparan di bawah ini.

Imam Malik, Maha Guru Ulama’ Islam

Seorang anak dilahirkan dan diberi nama Abu Abdillah Malik bin Anas Abi Amir Al-Ashbuhi/Al-Ashbahi. Nasab beliau berpangkal dari Ya’rub ibn Yasjub ibn Qahthan Al-Asbahi. Ia kelak akan menjadi seorang cendekiawan masyhur dan Imam di Madinah.

Dilahirkan pada tahun 93 H di Madinah Al-Munawwarah. Asal keluarga Imam Malik adalah penduduk asli dari kota Yaman yang kemudian hijrah ke kota Madinah dan menetap disana hingga terlahirlah beliau, sosok Imam umat Islam di Madinah dan seluruh dunia. Dan di kemudian hari beliau dikenal sebagai salah satu sosok dari Imam Empat Madzhab yang pengikutnya masih ada hingga saat ini.

Sejak kecil keagungan dan kearifan beliau telah tampak dan membuatnya dikagumi dan diakui oleh banyak kalangan. Ketekunan dan kecerdasan beliau menghiasi perjalanan beliau dlam mencari ilmu. Imam Malik muda belajar kepada banyak guru yaitu Ibnu Syihab Az-Zuhri, Yahya bin Sa’id Al-Anshari,Nafi’, Maula Ibnu Umar Ra. dan ulama’-ulama’ lain. Bahkan Rasulullah Saw.

Pernah bersabda terkait keagungan seorang Imam Malik, sebagaimana dikutip dari Imam At-Tirmidzi dalam kitabnya, Jami’, diriwayatkan Abu Hurairah Ra. beliau mendengar dari Rasulullah Saw, bersabda: “Manusia seakan hampir-hampir mengorbankan hati unta (sulit sekali) dalam mencari ilmu dan mereka tak akan menjumpai orang yang lebih pandai daripada orang alimnya Madinah”.  

Menurut Imam At-Tirmidzi, hadis ini hasan. Dan dikuatkan dengan tambahan pendapat dari Abdul Razzaq dan Sufyan bin Uyainah bahwa yang dimaksud hadith tersebut adalah Imam Malik bin Anas.

Setelah menginjak usia dewasa memang banyak ulama’ pada masa itu yang memiliki kecerdasan dan keahlian dalam bidang keilmuan tertentu. Namun, Imam Malik berbeda dengan ulama’ kebanyakan. Meskipun beliau sudah dikenal, hal ini tak menghentikan usahanya untuk selalu ulet dan luwes dalam mengambil kesimpulan suatu hukum dari permasalahan kemasyarakatan yang terjadi saat itu.

Hingga beliau mampu memiliki banyak murid dan pengikut yang dikemudian hari memiliki andil besar, menjadikan ilmu dan pemikirannya tersebar ke berbagai penjuru negeri.

Murid-murid Imam Malik bin Anas

Beliau ibarat sebuah muara luas akan keilmuan bagi murid beliau. Tak terhitung bahkan beliau menjadik tempat rujukan keilmuan para ulama’ yang tak terhitung jumlahnya antara lain: Imam Syafi’i; darinya ini kelak pemikiran beliau semakin luas dan bahkan murid beliau yang ini merupakan salah satu rujukan berfiqih umat seluruh dunia juga sebagaimana gurunya (Imam Empat Madzhab).

Termasuk pendapatnya digunakan oleh kebanyakan kalangan Ulama’ Indonesia. Murid Imam Malik yang lain yaitu; Muhammad bin Ibrahim bin Dinar, Ibnu Abdur Rahman Al-Makhzumi, Abdul Aziz bin Azu Hazim (dan sahabt-sahabat sebayanya), Ma’n bin Isa Qazzaz, Abdul Malik bin Abdul Aziz Al-Majisyun, Yahya bin Yahya Aal-Andalusi, Abdullah bin Maslamah Al-QA’nabi, Abdullah bin Wahab, Dan Ashbu’ bin Faraj. Dari semua murid-muridnya ini kelak akan menjadi guru-guru dari Imam Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ahmad bin Hanbal, Yahya bin Ma’in, dan Imam-imam Hadith lain.

Karya Fenomenal Imam Malik

Karya beliau yang sangat fenomenal dan hingga saat ini di kalangan pesantren terkenal keramat yaitu kitab beliau yang diberi nama Kitab Al-Muwaththa. Kitab ini adalah kitab hadith. Sebetulnya ada banyak sekali kitab yang telah disusun olehnya.

Namun, tanpa mengurangi rasa hormat penulis kepadanya, kami paparkan kitab ini secara mendalam sebab oleh sebagian ulama’ kitab ini dikategorikan sebagai kitab hadith yang hingga saat ini pantas untuk terus dijadikan rujukan belajar para generasi milenial.

Beliau, Imam Malik bin Anas menyusun kitab ini selama kutang lebih menghabiskan waktu 40 tahun lamanya. Selama kurun waktu tersebut kitab ini beliau tunjukkan kepada 70 ahli fiqh kota Madinah. Kitab ini menghimpun 100.000 hadith.

Dan yang meriwayatkan Al-Muaththa kebih dari seribu orang, didasari dari maka naskah hadithnya berbeda-beda dan seluruhnya berjumlah 30 naskah. Namun yang terkenal hanyalah 20 naskah. Dan riwayat dari kitab Al-Muaththa yang palingmasyhur adalah riwayat dari muridnya yakni Yahya bin Yahya Al-Laitsi Al-Andalusi Al-Mashmudi.

Karya Imam Malik ini oleh sejumlah ulama’, dianggap termasuk salah satu sumber-sumber hadith. Sumber-sumber hadith itu ada tujuh yaitu Al-Kutub As-Sittah (Kitab Shahih Al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Jami’At-Tirmidzi, Sunan An-Nasa’i, dan Sunan Ibnu Majah), dan Al-Muwaththa. Namun ada pula ulama’ yang menetapkan bahwa kitab hadith yang ke-7 yaitu adalah Sunan Ad-Darimi sebagai ganti Al-Muwaththa. Namun Ibn Hazm berkata, bahwa Kitab Al-Muwaththa adalah kitab yang berisi fiqh dan hadith dan belum ada yang mampu menandinginya, menurutnya.

Guru dan Murid Hadith Imam Malik bin Anas

Imam Malik dalam memperoleh hadith berguru kepada 900 orang guru; 300 berasal dari golongan Tabi’in dan 600 sisinya berasal dari golongan Tabi’in Tabi’in. Beliau meriwayatkan hadith bersumber dari Nu’main Al-Mujmir, Zaid bin Aslam, Nafi’, Syarik bin Abdullah, Az-Zuhry, Abi Az-Ziyad, Sa’id Al-Maqburi dan Humaid Ath-Thawil.

Sedangkan murid-murid beliau sebagaimana telah kami jelaskan sebagian dalam beberapa penjelasan sebelumnya. Adapun murid beliau sangatlah banyak sekali dan yang meriwayatkan hadith darinya juga banyak sekali.

Ada yang yang berguru kepadanya dan lebih tua darinya seperti Az-Zuhri dan Yahya bin Sa’id. Ada yang sebaya seperti Ats-Tsauri, Al-Auza’i, Sufyan bin Uyainah, Al-Laits bin Sa’ad, Ibnu Juraij, dan Syu’bah bin Hajjaj. Dan yang lebih muda belajar dari beliau yaitu Ay-Syafi’i, Ibnu Mahdi, Al-Qaththan, Ibnu Wahb, dan Abi Ishaq.

Sifat Tauladan Imam Malik bin Anas

Imam Malik adalah seorang yang dikenal sangat mengangungkan ilmu. Apabila beliau akan meriwayatkan sebuah hadith atau akan membicarakan sebuah hadith, maka beliau terlebih dahulu berwudlu lalu duduk dengan hormat dan wibawa, serta tidak lupa mengenakan wangi-wangian. Beliau selain terkenal cerdas sebagaimana pernah dipuji oleh Rasulullah SAW dan kami sudah jelaskan sebelumnya.

Beliau juga merupakan orang yang berwibawa. Sebagaimana diketahui dan diungkapkan orang-orang Madinah saat itu, beliau adalah pribadi yang ketika menjelaskan suatu permasalahan tidak bertele-tele dan mudah untuk difahami oleh orang-orang yang mendengarkan penjelasannya. Selain itu, beliau terkenal sebagai sosok pribadi yang beradab dan berwibawa serta ditaati. Meskipun, beliau bukanlah seorang yang memiliki kekuasaan.

Sifat Imam Malik yang masyhur lainnya yaitu adalah beliau dikenal sebagai seorang yang zahid. Beliau memiliki pendapat tersendiri terkait sifat zuhud. Hal ini dapat diketahui dari kebiasaannya sehari-hari yang disaksikan oleh murid-muridnya.

Beliau berpegangan teguh terhadap suatu pendapat yang menyatakan bahwa orang yang zuhud adalah orang yang mengganggap harta duniawi ini hanyalah berada di genggaman tangan saja bukan di hati. Dan dari sini pantaslah bahwa dalam keseharian beliau, berpakaian rapi dan mewah-mewah.

Dan jika harta beliau hilang atau berkurang maka beliau tidak meraskan sedih sama sekali. Kesimpulannya, pendapat beliau sangat kontras sekali berbeda dengan orang yang menganggap bahwa zuhud itu harus cenderung berpakaian dengan pakain harga murah, berpenampilan compang-camping dan seperti orang miskin.

Dari perbedaan interpretasi beliau tentang zuhud ini dapat kita jadikan perbandingan bagi kita untuk memilah dan memilih mana yang perlu diikuti dan mana yang perlu kita tinggalkan.

Sebagaimana dalam suatu kesempatan, Rasulullah SAW bersabda bahwa “Perbedaan Umat-Ku adalah rahmat”. Jadi kita memiliki kebebasan dalam memilih dalam menganut ajaran dan paham dari salah satu Imam Madzhab yang Empat dan termasuk di anataranya yakni Imam Malik.

Dalam perbedaan hukum tersebut akan menjadi sumber hukum bagi kita dalam menjalani amaliyah sehari-hari agar terhindar dari berbagai kekeliruan dan kesesatan hingga menuju pada kerusakan.

Meninggalnya Imam Malik bin Anas

Setelah melanglang buana menyebarkan ilmu pada murid-muridnya, hingga pendapat beliau menjadi salah satu pendapat yang masyhur hingga saat ini. Dan beliau dimasukkan kedalam Imam Madzhan yang Empat, bersanding dengan Imam Syafi’i (termasuk murid beliau), Imam Abu Hanifah, dan Imam Ahmad bin Hanbal.

Meskipun dalam fakta sejarah diketahui bahwa sebenarnya banyak sekali Imam dalam bermadzhab namun yang masih eksis hingga saat ini hanya Imam Madzhab Empat itu saja. Dan penganut Imam Madzhab yang Empat adalah umat Islam seluruh dunia.

Beliau meninggal di usia 92 tahun. Namun terdapat banyak perbedaan terkait di tahun berapakah beliau meninggal. Namun jika ditambahkan usia beliau dengan usia yang telah dijalaninya, maka Imam Malik wafat sekitar tahun 185 H. Namun dalam keterangan lain beliau mninggal di usia 84 tahun pada tahun 179 H.

Demikianlah serangkaian tulisan tentang biografi tokoh Islam Imam Malik bin Anas, semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan dan pengulasan yang tajam mengenai tokoh teladan bagi kita semuanya. Trimakasih,

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Biografi Imam Malik bin Anas [Awal-Akhir] Lengkap"

Posting Komentar