Izaak Huru Doko/Cak Doko dan 23 Fakta Yang Harus Kamu Baca!

FaktaTokoh.Com- Izaak Huru Doko adalah salah satu tkoh inspiratif yang ada di Indonesia. Tokoh ini berasal dari Provinsi NTT (Nusa Tenggara Timur). Dari serangkaian literasi ada sejumlah fakta-fakta yang menarik dari Izaak Huru Doko.

Fakta Izaak Huru Doko


Setidaknya ada 23 Fakta tentang Izaak Huru Doko dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, diantarnya;

  1. Izaak Huru Doko secara biografi lahir pada tanggal 20 November 1918 di Ledemanu, Sabu, NTT.
  2. Akrab disapa dengan panggilan “Cak Doko”.
  3. Cak Doko dijuluki sebagai “Ayam Jantan dari Timor” oleh Van Mook (Gubernur Jenderal).
  4. Di usia yang masih sangat muda, Cak Doko sudah menjadi anak yatim.
  5. Izaak Huru Doko pernah memimpin dan mengorganisir tenaga-tenaga nasional bersama Tom Pello untuk menghadapi Pemerintah Reaksioner Belanda (NICA) dan kaki tangannya.
  6. Ia pernah menjabat sebagai anggota parlemen dan Menteri Muda Penerangan N.I.T (15 Desember 1947 – 14 Maret 1950) yang membantu perjuangan RI dan mengembalikan Presiden dan Wakil Presiden serta pemerintah RI ke Yogyakarta.
  7. Izaak Huru Doko hampir menjadi korban G30S/PKI, dan termasuk dalam daftar utama orang yang harus dilenyapkan.
  8. Saat duduk di bangku sekolah guru (H.I.K) Bandung, ia memimpin organisasi “De Timorsche Jongeren” bersama Herman Johannes yang memiliki cabang tersebar di kota-kota besar seluruh Indonesia.
  9. Menjabat sebagai Ketua Partai Politik Perserikatan Kebangsaan Timor di Kupang yang berazaskan nasionalisme/kebangsaan dengan tujuan mencapai Indonesia merdeka.
  10. Mempelopori perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui surat kabar “Timor Syuho” selama masa penjajahan Jepang dibawah asuhannya dan menjadi anggota “Syo Sunda Tju San In” yang berkedudukan di Singaraja, Bali.
  11. Terlibat dalam enam kegiatan/aktivitas yang mengarah kepada perjuangan kemerdekaan RI sebelum Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945. Dan setelah proklamasi, ia menggeluti 23 jenis kegiatan yang berbasis mempertahankan kemerdekaan RI.
  12. Saat Jepang menduduki Indonesia, ia diangkat menjadi Kepala Bunkyo Kakari (Pengajaran/Penerangan) di Kupang dari tangal 1 Maret 1942-1945.
  13. Menjadi penasihat (adviseur) utusan Timor ke Konferensi Malino untuk memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia pada 1946. Cak Doko diberikan mandat untuk memperjuangkan zelfbeschikkingsrecht (hak menentukan nasibnya sendiri) bagi bangsa Indonesia dan mempertahankan NKRI serta menghapus Korte Verklaring (Plakat Pendek, otonomi) dari daerah-daerah Swapraja.
  14. Cak Doko sering bertindak sebagai Wakil Perdana Menteri dalam kabinet NIT keempat dalam lingkungan RIS.
  15. Cak Doko juga adalah seorang pengurus Gabungan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia (GAPKI) di Makassar yang dipimpin oleh seorang pahlawan nasional, Arnold Monotutu.
  16. Cak Doko mengemban sejumlah jabatan penting, diantaranya: Refendaris pada Kantor Inspeksi Pengajaran Provinsi Sunda Kecil di Singaraja sejak 10 Mei 1950 – 25 Oktober 1950., Inspektur SR (Sekolah Rakyat) Provinsi Sunda Kecil, Kepala Inspeksi SR Provinsi Sunda Kecil, Kepala Dinas PP dan K Provinsi Sunda Kecil, Koordinator Inspeksi Pengajaran Provinsi Sunda Kecil (25 Oktober 1958 – 1 September 1958).
  17. Dalam hidupnya, beliau mempunyai motto: “Memerangi Kemiskinan dan Ketertinggalan Melalui Pendidikan” sehingga ia berhasil membimbing kader pendidikan di daerahnya.
  18. Cak Doko juga merupakan seorang jurnalis. Ia memimpin dan menggerakkan pemuda Timor untuk melapor dan mencegah kebrutalan tentara Jepang dalam menggagahi wanita Timor.
  19. Beliau adalah pendiri dan sekaligus ketua Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Timor.
  20. Aktif dalam berbagai jabatan di bidang pendidikan, gerejani, dan sosial, seperti menjadi ketua Yayasan Pendidikan Kristen (YUPENKRIS), Dewan Penyantun APDN, pendiri Akademi Teologia Kupang, pendiri Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Dekan Koordinator IKIP Malang Cabang Kupang, Anggota Presidium dan Dewan Penyantun Universitas Nusa Cendana Kupang, Penasihat Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), dan Ketua Palang Merah Indonesia NTT.
  21. Aktif berorganisasi.
  22. Cak Doko menikah dengan Dorkas Doro – Toepoe, 7 November 1938 dan memiliki empat putra, masing-masing Drs. Benny Doko, Paul J. A Doko, Viktor W. F Doko, dan Isayati M. Doko.
  23. Izaak Huru Doko wafat pada tanggal 29 Juli 1985 di Kupang, NTT.
Demikianlah serangkaian tulisan tentang fakta-fakta menarik dan inspiratif dari Izaak Huru Doko atau yang lebih dikenal engan Cak Doko. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa memberikan wawasan dan juga penjelasan yang mendalam. Penulis dalam artikel ini adalah Paskal.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Izaak Huru Doko/Cak Doko dan 23 Fakta Yang Harus Kamu Baca!"

Posting Komentar