HOS Tjokroaminoto dan Teladan Sosok Guru Bangsa

…Saya mencoba, mengikuti, bukan saja Tjokroaminoto, tetapi segala ajaran Tjokroaminoto, aku coba, aku ikhtiarkan, aku usahakan, aku laksanakan, oleh karena aku kagum kepada guruku yang bernama Haji Oemar Said Tjokroaminoto…” (Bung Karno, 1966).

Saya kira, berbicara mengenai sosok pemimpin yang bisa dijadikan teladan bangsa di republik ini tidak ada kata kurang. Banyak sosok besar yang pemikirannya masih ideal sampai saat ini. Sejenak, marilah kita mengenal kepada sosok guru bangsa Haji Oemar Said Tjokroaminoto (HOS Tjokroaminoto) yang idealismenya menjadi inspirasi generasi muda saat ini. Sosok yang dapat melahirkan tokoh-tokoh hebat, tetapi juga seorang negarawan yang memperjuangkan nilai keadilan, kesetaraan, dan kesejahteraan bangsa saat itu yang hidup tertindas dibawah kolonialisme bangsa Eropa.

Biografi HOS Tjokroaminoto


Ya, mari kita flashback kembali 136 tahun yang lalu. HOS Tjokroaminoto lahir pada tanggal 16 Agustus 1882 di Madiun. Beliau adalah cucu dari bupati Ponorogo (pada masa itu) yang kemudian menikah dengan anak wakil bupati Ponorogo.

Beliau adalah anak kedua dari 12 bersaudara dari ayah R.M. Tjokroamiseno, salah seorang pejabat pemerintahan pada saat itu. Pada masa mudanya, Tjokroaminoto pernah menjadi pangreh praja (istilah yang bisa dikatakan profesi PNS pada masa sekarang) di Madiun.

Meskipun beliau berasal dari keluarga yang terpandang, namun Tjokroaminoto pernah menjadi seorang kuli pelabuhan di Semarang. Semasa mudanya, seorang Tjokro adalah pemuda yang memiliki idealisme tinggi dan sikap kritis.

Pada zaman itu, ketika Belanda masih menjajah bangsa kita, kastanisasi etnis antara bangsa Eropa, bangsa Timur, dan bangsa Pribumi masih terjadi di semua lini kehidupan. Misalnya pada pengelompokan tingkat gerbong dalam kereta api.

Gerbong kereta api paling depan dikhususkan pada bangsa-bangsa Eropa dan ras kulit putih lainnya. Gerbong selanjutnya diperuntukkan pada bangsa-bangsa timur jauh (bangsa Arab, bangsa China, bangsa Turki, dan lain-lain). Dan deretan gerbong paling belakang diperuntukkan kepada hewan-hewan ternak dan bangsa pribumi.

Hal ini membuat seorang Tjokroaminoto resah dengan keadaan sosial pada waktu itu. Beliau banyak menulis kritik di media sosial yang ditujukan kepada pemerintah Belanda. Hal ini yang membuat Tjokro menjadi seorang jurnalis di Surabaya.

Sosok Haji Oemar Said Tjokroaminoto


HOS Tjokroaminoto merupakan pendiri sekaligus ketua pertama organisasi Sarekat Islam, yang sebelumnya bernama Sarekat Dagang Islam. Beliau memiliki pandangan jika spirit dalam berjuang hanya melewati kekuatan perdagangan tidak akan bisa menentang penjajahan Belanda.

Penguasaan di sektor perdagangan tidak akan bisa menentang Belanda karena pada saat itu Belanda meresmikan sarekat Hokkien atau sarekat dagang tandingan yang terdiri dari bangsa tionghoa yang cenderung lebih menguntungkan Belanda.

Berawal dari itu, penguasaan di sektor ekonomi tidak akan cukup, maka harus ke melalui politik. Buah ide pemikiran beliau sangat populer dan digemari oleh banyak kalangan. Sarekat Dagang Islam (SDI) yang dulunya hanya beranggotakan sekitar 2000 orang, setelah berubah menjadi Sarekat Islam (SI) jumlah anggotanya berkembang sangat pesat menjadi 2,5 juta.

Hal ini yang membuat ideologi Tjokroaminoto sangat ekspansif karena nilai-nilai kesetaraan dan sosialismenya. Semakin pesat berkembangnya SI dengan ideologi islamnya, bukan berarti tanpa halangan. Belanda dengan menerbitkan traktatnya membuat peraturan seperti  melarang orang Arab datang ke Indonesia, mencegah kaum pribumi untuk pergi naik haji (karena dikhawatirkan akan banyak kader-kader muslim yang menentang Belanda setelah menimba ilmu agama di Mekkah, dan dicap radikal oleh pemerintah Belanda), memberi gelar ‘haji” (sebagai upaya spionase terhadap warga pribumi yang pergi ke Mekkah untuk ziarah haji), dan melarang pendirian masjid-masjid di tengah keramaian, sehingga masjid sebaiknya didirikan di desa-desa, di tempat sepi, dan diamping areal pemakaman.

Hal ini disebabkan karena masjid memang dijadikan media untuk mempersatukan umat). Hal inilah yang semakin membuat HOS Tjokroaminoto semakin keras menentang Belanda, dan memilih keluar dari jabatannya sebagai pangreh praja untuk pergi naik haji dan menjadi warga biasa.

Trilogi Pemikiran HOS Tjokroaminoto


Salah satu trilogi pemikiran Tjokro yang termasyhur adalah Setinggi-tinggi ilmu, Semurni-murni tauhid, Sepintar-pintar siasat”. Pemikiran ini berawal dari suasana era  perjuangan bangsa Indonesia pada waktu itu yang mana harus memiliki tiga kemampuan pada seorang pejuang kemerdekaan. 

Sosok beliau yang memiliki visi misi besar, berwibawa, orator yang ulung, yang dapat membius murid-muridnya seperti Soekarno, Hamka, Kaertosuwiryo, Semaun, dan lain-lain. Kelak menjadi sosok-sosok besar bangsa Indonesia.

HOS Tjokroaminoto Guru Soekarno


Salah satu murid yang beliau sukai adalah Soekarno. Hingga pada saatnya ia menikahkan Soekarno dengan anaknya yakni Siti Oetari, istri pertama Soekarno. Soekarno yang juga sangat mengidolakan Pak Tjokro dalam berorasi menjadikan inspirasinya dalam berorasi, yaitu dengan suara yang lantang dan berwibawa. Bahkan Soekarno mengakui jika Pak Tjokro ini adalah cerminan dirinya, bagaimana Soekarno berpidato adalah seperti Pak Tjokro berorasi.

HOS Tjokroaminoto dijuluki Belanda dengan gelar De Ongekroonde van Java atau “Raja Jawa Tanpa Mahkota” karena merupakan tokoh besar bangsa Indonesia. Berangkat dari pemikirannya inilah yang kelak melahirkan berbagai macam ideologi bangsa pada waktu itu.

Rumahnya yang sempat dijadikan padepokan untuk nyantrik para pemimpin besar seperti Semaun, Alimin, Muso, Soekarno, Kartosuwiryo, bahkan Tan Malaka. Kelak pada masanya, akan lahir warna-warni pergerakan Indonesia yang dibangun oleh murid-muridnya seperti ideologi komunis yang dianut oleh Semaun, Muso, dan Alimin. Soekarno yang nasionalis, dan Kartosuwiryo yang berideologi islamisme nya (NII).

Demkimianlah penjelasan dan pengulasan secara lengkap mengenai HOS Tjokroaminoto dan Teladan Sosok Guru Bangsa. Yang di tulis dan disajikan oleh Rifkhi Mahendra Marba. Semoga dapat bermanfaat bagi setiap pembaca. Trimakasih, 

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "HOS Tjokroaminoto dan Teladan Sosok Guru Bangsa"

  1. sangat inspiratif sekali, bisa jadi guru yg bisa melahirkan tokoh-tokoh hebat..
    MANTAPP BUNG!!

    BalasHapus