5+ Fakta bahwa Sri Mulyani Ternyata "Kembarannya" Kartini

FaktaTokoh.Com- Sri Mulyani Indrawati, biasa disapa mba Ani. tentu namanya sudah tidak asing lagi ditelinga kita bukan? dia adalah satu dari sekian banyaknya Tokoh Nasional kebanggaan yang dimiliki Indonesia. Perlu diketahui bahwa Tokoh nasional merupakan gelar yang diberikan kepada mereka yang telah berhasil menunjukan partisipasi serta kontribusi secara nyata bagi bangsa dan negaranya serta bersedia mengorbankan dirinya sendiri demi kepentingan orang banyak 

Tokoh Nasional. 


Sebutan Tokoh nasional sudah barang tentu bukan sembarangan disematkan kepada seseorang hanya karena modal pamor atau kedudukan akan tetapi kelayakan seorang mendapat gelar tersebut dihitung berdasarkan sumbangsih dan karya nyata yang telah dikecap oleh masyarakat luas.

Berbicara mengenai Tokoh Nasional, pada bulan april ini pula kita akan kembali mereflesikan kisah heroik seorang Tokoh nasional perempuan  yang pada masanya begitu gigih memperjuangkan hak-hak kaum perempuan, Dialah R.A Kartini yang atas jasa-jasanya kini kaum perempuan bisa menikmati hak-hak hidup yang setara dengan kaum lelaki, maka sebagai penghargaan Kartini dinobatkan menjadi Tokoh Nasional Perempuan Indonesia yang sangat berjasa dalam perjuangan emansipasi wanita dan dijadikan sebagai sosok inspiratif hingga saat ini. 

Namun dalam hal ini kita tidak akan bercerita panjang lebar mengenai Kartini dengan kisah heroiknya tempo dulu melainkan wujud Kartini yang bermetamorfosa kemasa kini atau sebut saja kembarannya Kartini.

Sri Mulyani-lah orang yang dimaksud, wanita kelahiran 26 Agustus 1962 yang saat ini menjabat sebagai menteri keuangan diKabinet kerja Presiden Joko widodo. Lantas mengapa dia begitu mirip dengan kartini hingga disebut sebagai Kartini masa kini? Apakah pantas?. Tentu saja, dengan segenap prestasi, inovasi serta eksistensinya membuat dia layak dinamakan Kartini masa kini. 

Fakta bahwa Sri Mulyani Ternyata "Kembarannya" Kartini


Tapi mengapa harus dia? Bukankah masih banyak perempuan lainnya yang juga punya prestasi? Nah...fakta-fakta Berikut yang akan membuktikannya.

Berani Bertindak Tegas dalam Setiap Kebijakan

Sama halnya dengan Watak Kartini sebelumnya, sosok Sri Mulyani juga kerap dinilai berani dalam mengambil setiap keputusan yang bahkan beresiko sekalipun, hal tersebut nampak dari caranya menerapkan prinsip reformasi birokrasi,ia berani memerangi KKN (korupsi,Kolusi,dan Nepotisme) yang sudah begitu membudaya diindonesia.

Dimulai diinternal departemennya (kemenkeu) ia memberlakukan sistem reward and punisment bagi karyawan-karyawannya bahkan departemen terkait lainnya yang dikenal kuat dengan citra KKN seperti bea cukai,perpajakan, dan lain-lain. Sejak tahun 2007 DepKeu dibawah pimpinannya sudah mulai menerapkan sanksi-sanksi tegas bagi daerah-daerah yang kurang disiplin dalam mengelola keuangan daerah. 

Sri mulyani juga berani mengambil resiko dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang banyak menuai kontroversi, diantaranya yaitu Kebijakan Fiskal,tax amnesti, pembentukan LPDP, dan salah satu kebijakan yang akhirnya menjadi skandal  bagi karirnya sendiri yaitu penalangan Bank century. sangat disayangkan niat Sri Mulyani untuk menyelamatkan bank tersebut justru berbalik menjatuhkan namanya. Namun, dengan keberaniannya pula ia mampu menghadapi setiap tudingan yang memojokannya,ia tetap koperatif dan bersedia mengikuti proses hukum yang berlaku.

Berkarya dengan Menciptakan Prestasi

Prestasi Sri mulyani sudah bisa terlihat dari rekam-jejaknya selama menjabat sebagai menteri keuangan, berbagai penghargaan telah menandai perjalanan karirnya. sejak tahun 2006 ia sudah dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik oleh Emerging Markets yang diadakan ketika sidang tahunan Bank Dunia dengan IMF yang berlangsung di Singapura, dilain tempat ia juga sempat terpilih menjadi salah satu wanita paling berpengaruh didunia versi majalah Forbes pada tahun 2008. 

Tahun 2010 Sri mulyani juga pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana diBank Dunia membawahi lebih dari 70 negara didunia sebelum akhirnya ia kembali dimandatkan Presiden jokowi untuk menangani keuangan negara. pencapaiannya terus menanjak hingga pada tahun 2014 kemudian,  ia sempat digadang-gadang menjadi Bakal Calon Presiden Indonesia, hal itu disertai dengan berbagai dukungan yang ramai ditujukan kepadanya melalui situs-situs jejaring sosial (Fb,Twitter,Blog) maupun sinyalmen dari partai politik yang menandakan dukungan terhadap sri mulyani. 

Baru-baru ini bahkan tokoh nasional ini, yaitu Sri Mulyani kembali mendapat penghargaan sebagai menteri terbaik dunia (Best Minister In the world Award) diWorld Government Summit yang berlangsung di Dubai.

Pemimpin Revolusioner

Setiap usaha yang dilakukan Sri Mulyani persis mengikuti jejak Kartini dimasa lalu, Kartini yang aktiv melakukan segala cara untuk mewujudkan niatnya hingga ia harus meminta bantuan lewat  surat yang dikirimkan kepada teman-temannya diluar negeri, berbagai hambatan tidak akan bisa menghalangi tekadnya yang bulat bahkan jika harus menentang tradisi sekalipun. Tujuan Kartini tidak lain adalah demi dan untuk memperjuangkan nilai keadilan.

Hal serupa nampak pada diri seorang Sri mulyani,  fakta bahwa ia adalah sosok revolusioner layaknya kartini terlihat jelas saat ia gencar memperjuangkan hak-hak rakyat, dia dengan tegas menolak korupsi dan terus bertransformasi membawa perubahan bagi negeri.

Sayangnya keputusan yang ia buat  seringkali kontradiktif dengan pihak lain yang kelihatan tidak suka 'diusik' dengan segala kebijakannya, contoh saat ia membentuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang berbasis beasiswa dengan anggaran mencapai 20 T, sontak hal ini mendapat kecaman dari berbagai pihak karena  menggunakan pajak negara yang notabene uang rakyat.

Banyak pihak yang meragukan keefektifan daripada terobosannya karena dianggap tidak adil atau hanyalah tindakan pemborosan didukung asumsi bahwa sekian banyak para alumni yang telah diongkos oleh negara, tetapi belum ada pula kontribusi yang nampak jelas terhadap Indonesia. 

Padahal sebetulnya Ekspektasi beasiswa LPDP ini tidak lain bertujuan untuk mencari dan membentuk generasi-generasi muda yang unggul dan berkualitas, agar kemudian bisa ikut bertanggung jawab membangun bangsa dan negaranya. Selama mengenyam pendidikan,mereka bukan hanya digodok dengan berbagai tugas dan tuntutan akademik,tetapi juga adanya utang moral yang terus memotivasi mereka untuk segera memberikan karya nyata bagi bangsa Indonesia.

Sebab diketahui sejak awal pengenalan beasiswa hingga tahap rekruitmen dan penyeleksian setiap calon penerima telah diuji dan dibekali dengan nilai-nilai nasionalisme sebagai upaya pembentukan karakter menjadi agen-agen pembaharu bagi negeri sendiri.

Asumsi bahwa pemberian beasiswa merupakan bentuk pemborosan APBN sebenarnya mensinyalkan sikap pesimis bahwa pihak yang kontra tidak berani mengambil resiko dan terkesan serba tanggung dalam mengentaskan masalah pendidikan nasional, ibarat mau memancing paus tapi hanya menggunakan umpan cacing, jauh berbeda dengan prinsip Sri Mulyani yang tidak tanggung-tanggung dalam mengambil keputusan.

Pejabat Perempuan Limited Edition

Bagaimanapun setiap usaha Sri Mulyani dalam membangun bangsa Indonesia harus diapresiasi, Mengapa demikian?. Sebab perlu diingat bahwa tidak banyak politikus atau pejabat publik yang memegang teguh prinsip kedisiplinan, ketegasan dan integritas seperti yang dimiliki Sri mulyani. Kredibilitasnya pun sudah teruji kala ia diberi mandat oleh Bank Dunia untuk memegang jawatan penting.

Kedudukan Sri mulyani sebagai Direktur pelaksana yang waktu itu membawahi lebih dari 70 negara di dunia merupakan pencapaian yang membawa namanya lebih bergengsi dibandingkan pejabat perempuan lainya. sebab mengingat posisi tersebut adalah posisi yang sangat langka untuk ditempati oleh seorang perempuan.  

Profesional dan Disiplin dalam Segala Kondisi

Demikianlah Sri Mulyani dengan segenap prestasinya,tekad yang kuat dan disiplin dalam melaksanakan tanggung jawab sebagai pelayan publik menuntut ia harus bersikap profesional dalam segala kondisi.  Hal itu dibuktikannya pada tahun 2008 silam ketika perekenomian global sedang tidak karuan, namun beruntung Indonesia mampu bertahan dari krisis ekonomi tersebut.

Saat itu Sri Mulyani tengah diperhadapkan dengan pilihan berat antara mengikuti rapat dengan para pemangku kepentingan atau ke rumah sakit menemani sang ibu yang saat itu dalam kondisi kritis.  Akhirnya, memimpin rapatlah jalan yang dipilih,sehingga pilihan tersebut akhirnya justru membuat ia tak dapat mengantarkan kepergian terakhir sang ibunda.

Secara psikologi sudah barang tentu keadaan ini dengan mudah mengoyakan mentalitas manusia, tetapi berbeda dengan seorang Sri Mulyani, dalam keadaan yang sebenarnya kacau itu ia masih tetap kokoh memegang kedisiplinan. 

Setelah semua rapat berakhir, Sri mulyani menyempatkan diri mengambil wudhu dan sholat. Ketika berdoa, tangisnya pun tumpah sejadi-jadinya.  "Saya tetaplah manusia biasa, seorang anak yang baru kehilangan ibunya" ungkapnya diawak media.

Sungguh sebuah teladan luar biasa yang patut dicontoh dari seorang perempuan, Disinilah terlihat Sri mulyani mampu menampakan sosok Kartini yang tangguh dalam setiap keadaan yang ia hadapi. Maka lengkap sudah fakta bahwa Sri Mulyani pantas disebut sebagai Kartini dimasa kini.

Dengan keberanian,kecerdasan dan ketangguhan Sri mulyani berhasil mengangkat derajat kaum perempuan dan mematahkan stereotip 'lemah' yang dilabelkan terhadap kaum perempuan. Yang pada umumnya kekeliruan tersebut seringkali mendiskriminasi dan menjatuhkan kedudukan kaum perempuan. mereka selalu dinilai lemah dalam bekerja,tidak tegas  dalam mengambil keputusan,dan lebih cocok menjadi figur pendamping yang hanya bertugas mendukung kaum lelaki. persepsi inilah yang justru semakin menenggelamkan rasa percaya diri kaum perempuan dan membuat mereka terjebak dalam kelemahan dan akhirnya sulit untuk berkembang .

Padahal sesungguhnya kodrat yang diberikan Tuhan kepada setiap insan adalah sederajat,tidak ada yang lebih maupun kurang, tergantung  pola sosial yang telah dikonstruksikan. Perempuan bisa melakukan hal-hal berat sekuat yang para lelaki lakukan,perempuan juga bisa menghasilkan gebrakan besar, perempuan bukan hanya bisa menjadi pendamping, perempuan kini bisa jadi pemimpin serta melakukan hal-hal hebat dan itu sudah dicontohkan oleh Sri Mulyani Indrawati lewat berbagai kebijakan yang ia lakukan,entah gebrakan apalagi yang akan dibuatnya esok?

Nah,melihat rekam-jejaknya maukah kita mengikuti teladan Sri Mulyani, yang telah berhasil mencontoh Tokoh Nasional Kartini, yang memperlihatkan bahwa sesungguhnya kaum perempuan harus bisa tampil luar biasa, tunjukan kegigihan dalam bekerja keras,berani dalam mengambil resiko, dan selalu siap sedia dengan segala tantangan yang ada.  Maka percaya atau Tidak, kita juga pasti bisa menjadi seperti Kartini. Penulis artikel ini adalah  Grace Ziesca.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "5+ Fakta bahwa Sri Mulyani Ternyata "Kembarannya" Kartini"

  1. Patut di contohi tokoh Sri mulyani dan Kartini. Terimakasih buat admin yg menulis, saya sangat terinspirasi, dgn membaca ini saya juga mau belajar agar kedepan saya juga bisa sama seperti kedua tokoh ini.
    Terimakasih admin, terus kembangkan lagi.

    BalasHapus