Humor-Humor Pak AR

Ketika memberi ceramah pengajian di salah satu masjid di Kecamatan Pengasih Kulonprogo, Pak AR berkisah, pernah ada orang bertanya kalau cacing dimakan, hukumnya haram atau halal? Pak AR pada waktu itu menjawab, “Sudah 45 tahun merdeka kok masih punya cita-cita makan cacing”.

Pada waktu muktamar Muhammadiyah ke-42 di Yogyakarta tahun 1990, Pak AR dalam pidatonya menghimbau para tukang becak tidak menaikkan tarif untuk mensukseskan Muktamar. Para copet, juga dimohon tidak nyopet dulu, terutama kepada penggembira dan peserta muktamar.

Paa acara mimbar agama Islam di TVRI Yogyakarta tahun 1988, Pak AR mengatakan, “Bila terdengar bacaan kitab suci Al-Qur’an di radio tetapi tidak didengarkan, lebih baik gelombang radio diputar saja dan untuk mendengar lagu “Apa-apanya dong”, sebuah lagu yang populer pada saat itu.

Ketika berobat ke Australia, melalui juru bahasanya, Pak AR ditahya oleh doker yang merawatnya, “Apakah saudara bisa berbahasa Inggris?” Dijawab Pak AR, “Tidkak bisa !” Kemudian beliau ganti bertanya kepada sang dokter, “Apakah saudara bisa berbahasa Indonesia?” Sang dokter menjawabnya, “Tidak bisa!” kemudian Pak AR berkata, “Kalau begitu sama, satu-satu!”

Dalam suatu ceramah pengajian, ada seorang jamaah bertanya, “Kalau setelah wudhu, senggolan dengan lain jenis, apakah tidak batal wudhunya?” Dijawab Pak AR, “Kalau sudah wudhu sebaiknya segera shalat, jangan cari senggolan....”.

Almarhum Pak Po yang dulu sering menulis di KR, sering dipanggil Pak Bei oleh Pak AR. Suatu ketika, Pak Po naik sepeda dan melihat Pak AR jalan kaki di depan masjid besar Kauman ke arah PDHI, Pak Po menyapa, “Kok namung tindak Pak AR, (kok Cuma jalan kaki, Pak AR). Dijawab Pak AR,”bade mlajar sampun boten kiyat, Pak Bei” (mau lari sudah tidak kuat, Pak Bei).

Dan, Pak AR terus jalan kaki, Pak Bei terus mengayuh sepeda tanpa menawarkan untuk memboncengkan Pak AR, karena juga sudah tidak kuat memboncengkan... Pada suatu ceramah pengajian, ada seorang jamaah putri bertanya “Kalau selesai shalat shubuh, apakah boleh tidur?” Pak AR menjawab, “Kalau sangat ngantuk biasanya tidur tanpa mencopot rukuhnya”.

Demikianlah tulisan mengenai Humor-Humor Pak AR yang ditulis dan disajikan oleh Faizal Alifiandi. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa memberikan insipirasi dan wawasan kepada setiap pembaca sekalian, trimakasih.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Humor-Humor Pak AR"

Posting Komentar