Mengenal Kepribadian Bung Hatta

Semboyan Bung Hatta

Faktatokoh.com-“Tak kenal maka tak sayang”. Inilah ungkapan yang cocok untuk para generasi milenial negeri ini. Merosotnya moral generasi “Y” ini disebabkan karena ketidaktahuan mereka tentang kepribadian para pahlawan Indonesia. Padahal ,banyak kepribadian dari pahlawan-pahlawan Indonesia yang bisa kita teladani. Kebanyakan dari generasi Y, hanya tahu nama pahlawan saja, tidak mau mencari tahu apa saja kepribadiannya. 

Mengenal Sosok Bung Hatta

Sebagai contoh, pada tulisan kali ini saya akan memaparkan sejumlah kepribadian dari pahlawan proklamator kita, Bung Hatta. Tapi sebelum itu, izinkan saya untuk mengulas sedikit biografi tentang Bung Hatta.

Biografi Bung Hatta

Bung Hatta, nama lengkapnya adalah Muhammad Hatta. Beliau ahir di Bukit Tinggi, Tanggal 12 Agustus 1902. Dia adalah pahlawan proklamator setelah Ir. Soekarno. Pada tanggal 17 Agustus 1945, ia bersama Bung Karno memproklamasikan kemerdekaan RI.

Pada tanggal 18 Agustus 1945, Bung Hatta diangkat menjadi Wakil Presiden RI yang pertama. Ia dijuluki Bapak Koperasi Indonesia. Karena cita-citanya dalam sektor koperasi maupun konsep-konsep ekonomi lainnya.

Cita-citanya dalam sektor koperasi adalah supaya koperasi melaksanakan tugas dengan sesungguhnya,koperasi bukan sekedar membagikan bahan makanan/bahan baku, tetapi koperasi yang betul-betul membuat ekonomi dalam negeri menjadi kuat.

Bukan hanya cita-cita koperasi itu saja, akan tetapi banyak sekali konsep- konsep ekonomi yang dibuat Bung Hatta yang selanjutnya dituangkan ke dalam Pasal 33 UUD 1945. Ia mengundurkan diri menjadi wakil presiden pada tanggal 1 Desember 1956.

Kepergian Bung Hatta

Bung Hatta Sang Wakil Presiden Pertama di Indonesia ini menghembuskan nafas terkhir atau meninggal dunia di Jakarta tanggal 14 Maret 1980 dan dimakamkan di Tanah Kusir Jakarta. Itulah biografi singkat dari Bung Hatta.

Bung Hatta dan Kepribadiannya

Selain itu,ia juga memiliki beberapa kepribadian yang sangat baik, walaupun sudah meninggal tetapi kepribadiannya masih bisa dikenang sampai sekarang. Serta bisa kita ikuti sifat-sifat dari Bung Hatta. Apa saja ya, kepribadiannya? Langsung aja yuk disimak!. Kepribadian dari Bung Hatta :

Taat kepada agama

Bung Hatta adalah orang yang sangat taat dalam beragama. Beliau tak pernah meninggalkan sholat lima waktu kecuali pada saat-saat akhir hidupnya ketika beliau dirawat dirumah sakit dan ia tak pernah meninggalkan puasa.

Dalam hal Sholat Jumat pun beliau tak pernah tertinggalkan kecuali dalam perjalanan jauh. Setiap kali beliau sanggup menjalankan Sholat Jumat, pasti beliau berangkat ke Masjid Matraman, salah satu masjid tertua di Jakarta.

Menurut Hamid Algadri, pejuang perintis kemerdekaan Inonesia. Bung Hatta adalah seorang yang beriman sangat kuat dalam arti kata keagamaan. Beliau yakin benar, bahwa kebenaran akan selalu menang terhadap kebatilan dan keyakinan inilah yang membuat beliau tidak ragu dalam mengatakan dan berbuat apa yang beliau anggap baik.

Hamid juga menyimpulkan bahwa Bung Hatta adalah seorang Muslim, lebih dari itu,Hatta itu seorang Mu’min sejati dengan ilmu maupun keyakinan tentang islam yang mendalam. Ilmu tauhid beliau seperti yang didapatkan dari paman Bung Hatta, Syekh Arsad. Dan dalam hal ketaqwaan, Bung Hatta terkenal, sudah mewarisi sifat taqwa sedari kecil seperti Sholat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, dan zakat, sesudah ia memiliki harta sekedarnya. Ketaqwaan itu tercermin pula pada kehidupan sehari-hari beliau, beiau menganggap semua manusia sama.

Disiplin

Bung Hatta terkenal dengan kedisiplinannya terhadap segala hal. Dan dari watak disiplinnya itu, terdapat 1 kedisiplinan yang sangat sulit dilakukan oleh manusia pada umumnya yaitu disiplin terhadap diri sendiri. Beliau memiliki schedule yang teratur yang mungkin ini jarang dilakukan kebanyakan orang. Kapan dia harus makan, sarapan, bangun, dan membaca itu ada dalam jadwal tersebut.

Selain itu, Bung Hatta juga sangat disiplin dalam hal pemeriksaan kesehatan. Jadwal pemeriksaan kesehatan selalu dipatuhinya. Bila ada yang kurang beres pada bagian-bagian tubuhnya, ia langsung menghubungi dokter-dokternya. Tak peduli berapa banyak obat yang harus dimakannya, obat itu harus dimakannya dengan teratur sesuai petunjuk dokter tanpa banyak mengeluh. Beliau sangat mematuhi larangan dari dokter dan saran-sarannya. Kemauan beliau untuk sembuh sangatlah besar dan patut ditiru.

Sederhana

Bung Hatta adalah orang yang sederhana. Dalam masalah harta, beliau bisa disebut orang yang mempunyai harta sekedarnya, tetapi harta beliau yang paling berharga adalah buku beliau. Perpustakaan Bung Hatta adalah suatu perbendaharaan buku-buku beliau yang tak ternilai harganya dan merupakan suatu kebanggaan bagi beliau.

Dan dalam hal, jiwa kepemimpinan, Bung Hatta patut diacungi jempol. Jiwa kepemimipinannya terhadap rakyatnya tidak berbeda untuk semua golongan, bagi beliau tidak ada tingkatan/kasta yang bisa membedakan derajat manusia. Apapun itu kekuasaan dan derajatnya, kalau salah ya tetap salah.

Sang pemberi nasihat

Bung Hatta sangat sering memberikan nasihat kepada orang-orang terdekatnya. Saya kali ini hanya mengambil 2 buah contoh nasihat dari Bung Hatta, yang pertama disampaikan kepada  menantu Bung Hatta, Mohammad Chalil Baridjambek yang berisi nasihat untuk selalu berhati-hati.

Dan di dalam hidup sebaiknya memperhitungkan matang-matang segala tindakan yang akan diambil. Sebaiknya di dalam bertindak, kita selalu mempertimbangkan semua faktor Calculated Risk (Risiko). Setelah semuanya diketahui dan disadari, maka tindakan apapun yang diambil serta apapun hasilnya akan membawa ketenangan.

Yang kedua, nasihat Bung Hatta yang diberikan kepada Handai tolan Bung Hatta, M. Rasjid Manggis Dt. Radjo Panghoeloe, yang disebut dengan 3 petaruh Bung Hatta:


  1. Tindakan yang sudah dijalankan, jangan ditarik kembali. Jika dijemput, tidak terbawa, sekam menanti di tempurung.
  2. Jangan main perempuan
  3. Jangan pergunakan minuman keras
Itulah beberapa kepribadian atau suatu sifat yang melakat dari Bung Hatta, sebenarnya ada banyak sekali kepribadian dari Bung Hatta yang jarang diketahui orang-orang, tapi penulis hanya menulis 4 kepribadian saja.

Demikian tulisan mengenai kepribadian dari Bung Hatta yang saya buat. Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat dan teladan bagi para pembaca. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan. Sekian dari saya, sebagai penulis, Rafly Eka Putra. Terima Kasih

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengenal Kepribadian Bung Hatta"

Posting Komentar