Juru Cinta Menjelma Sosok Presiden

Tercatat, 25 juni 1936, di sebuah daerah tengah Indonesia.Ya,Pare-pare (Sulawesi Selatan),seorang tokoh legendaris Indonesia lahir. Bacharuddin Jusuf Habibie. Ada beberapa hal yang meyakinkan saya hingga memasang judul yang demikian, yang mana nanti kita akan ulas bersama.

Mengenal Sosok Habibie 

Berbicara mengenai Habibie, pastinya pembaca sudah banyak tahu bahwa beliau merupakan Presiden ke-3 Indonesia, menggantikan Presiden Soeharto yang lengser akibat gejolak yang ada di Negara kita saat itu. Tapi,sabgat disayangkan, beliau menjabat nyaris dalam kurun waktu yang singkat yaitu < 2 tahun.

Kembali pada pembahasan awal, mengenai judul. Cinta yang dimiliki oleh sosok Habibie bukan cinta yang pada umumnya, melainkan telah masuk mendarah daging. Dan itu semua nampak dari fakta berikut ini.

Kasih Sayangnya Habibie Pada Negeri


Nah, untuk memudahkan pembaca,di sini saya akan membaginya ke dalam dua bagian:

1). Cintanya Terhadap Bangsa Indonesia

Menurut pengakuan beliau, sejak kecil ia hanya menghabiskan waktu istirahat 4 jam saja.Sebagai seorang dengan tingkat IQ di atas rata-rata (220),panca inderanya tidak mau diam. Ia lantas selalu memperhatikan lingkungan sekitar.Beliau senantiasa berpikir keganjilan-keganjilan Yang ada pada bangsanya. Hal inilah yang menjadi dasar dan inspirasi beliau menuntut ilmu di Jerman.Beliau percaya "Jika kita menganggap diri lemah dibanding bangsa lain, maka kita takkan pernah maju. "

Di Jerman, Habibie menuntut ilmu dengan gigih dan bersungguh-sungguh. Di saat rekannya yang lain berlibur, ia malah Asik dengan pelajarannya. Berbicara tentang masa perkuliahan Habibie di Jerman, ada satu ungkapan yang lucu tentang beliau ketika ditanya mengapa pandai berbahasa Jerman, ia menjawab negara saya masyarakatnya primitif dan suka memangsa Bangsa Deutch (Jangan ditiru).

Yang ada di pikiran beliau ialah bagaimana bangsanya dapat membaik,ia berniat untuk menyatukan pulau - pulau di Indonesia dengan ilmu yang ia miliki. Inilah yang menjadi cikal bakal beliau mampu membuat pesawat pertama Indonesia. 4 tahun di Jerman, Habibie lulus dengan predikat cumlaude, sebuah predikat yang sulit untuk diraih bagi mahasiswa nonlokal.

Keramahan serta kearifannya membuat beliau disegani serta dihormati oleh orang Jerman. Bahkan beliau diminta untuk menjadi warga negara Jerman atas jasanya dalam bidang politik, teknologi bahkan perundangan di Jerman. Namun beliau menolak, ia lebih mencintai negaranya asalnya dan bertekad untuk mengabdi pada bangsanya.

Hingga pada tahun 1978,beliau diangkat menjadi Menteri Riset dan Teknologi. Karirnya kian kumelejit sampai menjadi Wakil Presiden berikut Presiden.  Begitu cintanya ia kepada negeri kita ini.Indonesia sudah sepatutnya bangga dengan jasa-jasanya.

2).Cinta kepada Keluarga (Terutama Sang Istri) 

Sejak umur 3 tahun, Habibie sering diperdengarkan lantunan ayat suci Qur'an oleh sang Ayah. Walaupun ia belum memahami tapi setidaknya ini mencerminkan betapa dekat dan harmonisnya hubungan sesama di antara keduanya. Dengan itu, Habibie diajari cara mengasihi yang tulus utamanya terhadap keluarga. 

Kisah Cinta Habibie dan Ainun

Tanggal 12 Mei 1962,Habibie menikah dengan Ainun. Seorang wanita yang amat beliau kasihi. Keduanya saling mencintai, bahkan mereka layak mendapatkan predikat pasangan paling setia di dunia. Dua anak adalah buah dari cinta mereka.

Cintanya Habibie Pada Sang Isteri

Hingga, Ainun pergi lebih dulu, ketidakrelaan nampak di wajahnya, namun ia berusaha ikhlas. 
Hampir setiap hari ia menyempatkan diri untuk menaburkan karangan bunga di makam Ainun. 
Sungguh dramatis ya....?

Itulah mengapa saya mengatakan beliau adalah juru cinta, karena cintanya kepada yang ia cintai begitu tulus, bukan hanya cinta terhadap pasangannya, melainkan juga pada Bangsa dan Tanah Air. Semoga fakta dari tokoh ini dapat menginspirasi dan diteladani karena cinta yang tulus bukan sekedar ikatan tapi perbuatan,seperti beliau ini. 
Salam!!! 

Demikianlah tulisan tentang Juru Cinta Menjelma Sosok Presiden. Yang ditulis dan disajikan oleh Ramadhan Eka Putra. Semoga bermanfaat bagi segenap pembaca yang sedang mencari inspirasi dan motivasi. Trimakasih, 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Juru Cinta Menjelma Sosok Presiden"

Posting Komentar