Niccolo Machiavelli Bapak Teori Politik Modern


FaktaTokoh.Com- Niccolo di Bernardo dei Machiavelli menurut biografinya terlahir pada tanggal 3 Mei 1469 di Florence sebagai putra seorang ahli hukum dan bangsawan Toskana. Niccolo Machiavelli adalah seorang filsuf yang realis dan berpandangan modern.

Niccolo Machiavelli


Niccolo Machiavelli selalu dikenal sebagai Bapak Teori Politik Modern. Hal ini lantaran, Niccolo Machiavelli cukup dikenal di dalam ilmu politik dan filsafat politik. Namun, nama itu sering dihubung-hubungkan dengan praktik-praktik busuk kekuasaan, misalnya taktik “Machiavellian” seorang diktaktor.

Dalam politik orang hanya memikirkan tujuan yang harus dicapai tanpa dipengaruhi oleh hukum-hukum moral. Untuk pendirian dan pemeliharaan otoritas, segala tindakan boleh dijalankan dan tindakan-tindakan terburuk dan curang dari seorang penguasa dibenarkan oleh kejahatan dan pengkhianatan dari orang-orang yang diperintah. Hasil pemikirannya ini, ternyata menjadi praktik politik di banyak negara pada abad ke-20 ini.

Filsuf ini hidup di Zaman Renaisans. Sebagai seseorang yang terlibat politik, dia menjalin kontak dengan bangsawan tinggi kota Valentine, Cesare Borgia, seorang yang sangat ambisius dan gila kekuasaan. Dinasti Borgia berasal dari Spanyol dan datang ke Italia tahun 1443. Ayah Cesare adalah Rodrigo Borgia yang menjadi Paus Alexander VI.

Ketika Cesare Borgia mau menaklukkan Italia yang dikuasai oleh Paus Julius II, Machiavelli menjadi pengamat pribadinya yang paling jeli. Bagi Machivelli, Cesare Borgia adalah model pangeran yang tahu bagaimana bermain dengan kekuasaannya.

Namun, karier politiknya sebagai penasihat politis hancur ketika Florence dikuasai keluarga Medici yang memusuhinya dan menjebloskan dalam penjara selama setahun. Machiavelli meninggal dunia di tahun 1527 pada usia 58 tahun.

Hubungan Negara dan Agama Menurut Machiavelli


Di awal zaman modern di Eropa, di negara yang melangsungkan modernisasi, hubungan antara agama dan negara sedang dipersoalkan. Di Zaman Abad Pertengahan, negara berada di bawah dominasi kekuasaan rohani gereja Katolik yang dipegang oleh Paus, sehingga kaisar pun diangkat oleh Paus.

Model kekuasaan semacam ini di Zaman Renaisans mulai mengalami krisis. Gagasan Machiavelli mencerminkan gagasan Renaisans yang banyak mengacu pada kebudayaan klasik. Machiavelli menegaskan bahwa negara jangan sampai dikuasai oleh agama.

Sebaliknya, menurutnya, negara harus mendominasi agama, seperti yang berlangsung di dalam kekaisaran Romawi Kuno, saat agama Kristen diatur negara. Dengan pendapat ini, dia tidak ingin mengatakan bahwa agama tidak penting.

Niccolo Machiavelli memang menganggap ajaran-ajaran moral dan dogma-dogma agama pada dirinya tidak begitu penting, termasuk yang kurang penting itu ternyata memiliki fungsi untuk mempersatukan negara. Jadi, bagi Machiavelli, agama memiliki segi pragmatis untuk mengintegrasikan negara. Agama, karena itu, juga dapat mendukung patriotisme dan memperkuat pranata-pranata kebudayaan.

Dengan gagasan yang sangat pragmatis tentang agama ini, Machiavelli tidak menyatakan dirinya sebagai ateis. Yang dipersoalkan bukanlah ada tidaknya Tuhan, melainkan fungsi agama dalam kehidupan politik.

Akan tetapi dengan gagasan itu, ia sebenarnya berhasil memperlihatkan bahwa agama tidak sekeramat seperti yang disangka orang. Agama hanyalah salah satu pranata dalam kehidupan bermasyarakat yang bisa difungsikan. Dalam hal ini, sebagai seorang humanis gagasannya mengenai agama bersifat sekular.

Kealihaian yang Melampaui Moralitas


Dalam karyanya Il Principe, Machiavelli membahas tentang hubungan antara politik dan moralitas. Pandangan ini ada hubungannya dengan pandangannya tentang manusia. Di Abad Pertengahan, para pemikir mengagungkan manusia sebagai citra Allah.

Pandangan ini tidak disetujui oleh Machiavelli. Ia memandang manusia sebagai suatu makhluk yang dikendalikan oleh kepentingan diri. Manusia adalah makhluk irrasional yang tingkah lakunya diombang-ambingkan oleh emosi-emosinya.

Kalau keadaan manusia semacam itu, menurutnya seorang penguasa harus bisa membentuk opini umum yang bisa mengendalikan tingkah laku rakyatnya. Karena itu, dalam upaya memperkokoh bentuk-bentuk kekuasaan, maka seharusnya para penguasa harus mampu memobilisasi (pergerakan) dari sedarngkaian nafsu-nafsu rendah rakyatnya yang ingin dikuasainya, hal ini dilakukan demi maksud-maksud dan kepentingan mereka sendiri.

Pengaruhnya Terhadap Dunia Ilmu Pengetahuan atau Filsafat


Sebagai seorang filsuf yang terkenal dalam bidang kajian ilmu politik, Machiavelli selalu saja memperggunakan ide dan kemampuannya untuk membantu di bidang kemiliteran yaitu membantu mendidik dan mengembangkan politik dalam kelompok militer yang menjadi tentara bagi Roma. Taktik “Machiavellian” miliknya juga mempengaruhi perkembangan politik para penguasa dewasa ini.

Buktinya, taktik “Machiavellian” secara diam-diam atau bahkan terang-terangan ternyata menjadi praktik politik di banyak negara di era modern ini. Praktik politik para penguasa ini dapat dilihat dari maraknya kasus korupsi.

Pola pikir sekularismenya juga berhasil memperlihatkan bahwa agama tidak sekeramat seperti yang disangka orang. Agama hanyalah salah satu pranata dalam kehidupan bermasyarakat yang bisa difungsikan.

Machiavelli juga menulis berbagai karya mulai dari hasil pemikirannya, sejarah, beberapa puisi dan drama komedi. Karya-karyanya mempengaruhi perkembangan seni sastra dan pertunjukan di dunia, khususnya di Eropa.

Pola pikir dan pandangan Machiavelli terpengaruh tokoh-tokoh filsuf sebelumnya seperti Xenophon, Plutarch, Tacitus, Polybios, Cicero, Sallust, Livy, dan Thucydiddes. Sementara itu, ia sendiri berpengaruh terhadap pola pikir dan pandangan para filsuf sesudahnya yang di antaranya seperti, Francis Bacon, Thomas Hobbes, J.J Rousseau, David Hume, Denis Diderot, Nietzsche.

Demikianlah artikel mengenai Niccolo Machiavelli Bapak Teori Politik Modern. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa memberikan wawasan dan juga pengetahuan yang mendalam bagi segenap para pembaca sekalian, adapun penulis dalam artikel ini adalah Dinda Sukma Kartika. Trimakasih, 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Niccolo Machiavelli Bapak Teori Politik Modern"

Posting Komentar